bank bjb


Manajemen Persebaya Desak PT LIB Berikan Kejelasan soal Awal Kompetisi Musim 2021

  Minggu, 18 Juli 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi pertandingan sepakbola. (Michal Jarmoluk dari Pixabay )

WONOKROMO, AYOSURABAYA.COM -- Manajemen Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya) meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberi keputusan definitif perihal kompetisi sepak bola di tanah air pada bulan Agustus 2021 mendatang.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi mengatakan, salah satu faktor yang membuat pihaknya menyampaikan hal tersebut adalah terkait tentang durasi kontrak pemain. Selain itu, juga berkaitan dengan sponsor. 

Apabila molor, Candra menegaskan akan memberi beban tambahan bagi klubnya. \"Masih sangat memungkinkan untuk menggelar kompetisi pada periode Agustus 2021 sampai Maret 2022. Salah satu opsinya bisa dengan memangkas masa jeda antar series saat kompetisi berjalan dengan sistem semi bubble to bubble,\" kata Candra melalui keterangan tertulis.

Candra mengungkapkan, dengan merapatkan jadwal dari 1 pertandingan setiap pekan menjadi 3 pertandingan dalam 2 pekan, juga bisa dilakukan. Ia mengaku hak itu sangat memungkinkan dan mengacu pada Piala Menpora 2021.

Melalui surat resmi dikirimkan Persebaya ke PT LIB, sebagai balasan dari surat LIB nomor 130/LIB-KOM/VII/2021. Surat tanggal 14 Juli 2021 ini, berisi informasi penundaan kompetisi Liga 1 pada Agustus 2021. Melalui hal itu, Candra ingin PT LIB segera mengeluarkan keputusan definitif.

\"Kami sudah kirim surat resmi ke LIB,  minta segera ada keputusan definitif,  jangan biarkan mengambang seperti musim lalu,\" ujarnya.

Candra menilai, kompetisi pada musim lalu mengambang. Bahkan, cenderung tak berjalan.

AYO BACA : 5 Khasiat Minum Air Putih Sesaat Setelah Bangun Tidur, Rasakan Manfaatnya

\"Dalam surat tersebut dinyatakan, kompetisi ditunda pada Agustus 2021 atau setidak-tidaknya sampai grafik Covid-19 melandai,\" tuturnya.

Lantas, bagaimana tanggapan dari Candra perihal surat tersebut?

\"Kami menilai, pernyataan ini tidak jelas. Apa paramaternya? Apa dasar menilai grafik Covid-19 melandai? Apakah LIB telah berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait hal ini? Misalnya, dikatakan melandai jika angka kasus harian di bawah 10.000. Sementara, situasi sekarang lebih dari angka itu, tanpa parameter yang jelas, kita tidak bisa mengukur,\" katanya.

Candra menyatakan, hal tersebut akan menimbulkan ketidakpastian nasib kompetisi. Menurutnya, kegagalan menggelar kompetisi tahun lalu seharusnya menjadi pelajaran, pun dengan tidak tegasnya PT LIB memutuskan sikap yang dinilai kian membuat situasi mengambang dan berujung tidak adanya kompetisi.

Candra ingin, hal serupa tak terulang kembali di tahun 2021 ini. Bilamana sampai akhir Agustus 2021 tak ada kepastian, ia mengusulkan PT LIB segera memutuskan nasib kompetisi secara definitif. 

\"Ini lebih baik, daripada membiarkan mengambang tanpa kepastian,\" ujar dia.

Apabila bulan Agustus bisa jalan, ia berharap kompetisi tak berjalan molor. Bahkan, tetap rampung pada Maret 2022, seperti jadwal sedia kala.
\n 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar

_atrk_opts = { atrk_acct:"XGeit1zDGU20kU", domain:"ayosurabaya.com", dynamic: true}; (function() { var as = document.createElement('script'); as.type = 'text/javascript'; as.async = true; as.src = "https://certify-js.alexametrics.com/atrk.js"; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(as, s); })();