bank bjb


Pasien asal Penyekatan Merasa Sebagai Tahanan Bukan Pasien Covid-19

  Selasa, 15 Juni 2021   Praditya Fauzi Rahman
(Humas RSLI Surabaya)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM - Konsultan Media Kejiwaan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Dr Kadek Ratna mengatakan beberapa hal terkait psikologis pasien hasil penyekatan di kawasan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).

Kadek mengakui, memang ada perbedaan perihal psikologis para pasien asal Madura. Pertama, pasien dari Madura belum siap untuk di isolasi. karena tidak merasa dirinya sakit.

"Jadi, di saat penyekatan itulah mungkin di swab positif. Akhirnya dibawa ke RSLI. Di sini, pasiennya memang belum siap secara psikis untuk di isolasi, jadi banyak yamg mengeluh stres," kata Kadek, Selasa (15/6/2021).

Kadek menjelaskan, para pasien asal Madura cenderung lebih emosional sebab mereka merasa ditangkap dan serasa seperti tahanan. 

"Jadi, kalau pasien yang memang untuk di isolasi karena tau dirinya sakit dan berobat. Kalau yang ini, berbeda, mereka belum siap diisolasi, diperiksa positif sepeti ditahan," ujarnya.

Secara spesifik hal tersebut berpengaruh untuk pasien. Mereka seolah-olah ditangkap dan ditahan. Secara langsung, membuat tingkat emosional mereka menjadi lebih labil.

"Iya, pasti itu (penyekatan dan isolasi) sangat berpengaruh emosi, lebih emosi, ada yang mengeluh jadi sulit tidur, cemas, ingin pulang, ingin bertemu keluarga. Jadi, banyak keluhan memang banyak pasien ini, banyak nakes yg melaporkan bahwa emosinya meledak-ledak karena belum siap," ujarnya.

Oleh karena itu, Kadek memberikan terapi kepada para pasien asal penyekatan di RSLI Surabaya. Supaya, keseharian mereka di lokasi isolasi bisa stabil.

"Mungkin saya terapi, kalau memang sulit tidur, sangat mempengaruhi untuk imunitas dia. Kalau banyak pikiran, hormon-hormon dalam tubuhnya tidak stabil. Kadang-kadang ada yang berdebar-debar, awalnya tidak ada batuk pilek, terus tiba-tiba sesak, tidak nafsu makan," tuturnya.

Kadek menyatakan, selain penyebab eksternal, ada keluhan fisik yang dirasakan para pasien. 

"Kalau dia cuma terapi relaksasi, kemudian bantu dengan psikoterapi, kemudian kita kasih obat-obat jiwa gitu ya, disini obat-obatan yang kita pakai memang terbatas, masih bisa di back up," katanya.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar

_atrk_opts = { atrk_acct:"XGeit1zDGU20kU", domain:"ayosurabaya.com", dynamic: true}; (function() { var as = document.createElement('script'); as.type = 'text/javascript'; as.async = true; as.src = "https://certify-js.alexametrics.com/atrk.js"; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(as, s); })();