bank bjb


Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Benih Lobster ke Jakarta Senilai Rp1 Miliar

  Selasa, 15 Juni 2021   Praditya Fauzi Rahman
Polisi menunjukan ribuan benih lobster yang disita sebagai barang bukti dari hasil ungkap pengiriman benur ilegal di Tulungagung, Selasa (15/6/2021).

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Subdit 4 Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur (Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim) menggagalkan upaya penjualan benih lobster. Total, 30.500 ekor benih lobster asal Kabupaten Tulungagung yang hendak diselundupkan ke DKI Jakarta telah diamankan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, dari pengungkapan kasus itu, pihaknya membekuk 2 tersangka, yakni WNT dan RA, warga Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Penangkapan berawal saat Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim memperoleh informasi perihal jual beli benur pada Sabtu (12/6/2021) lalu dari masyarakat. 

Ketika melakukan penyelidikan ke Tulungagung, pada Sabtu Minggu (13/6/2021) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, petugas mendapat informasi terkait pengiriman benur menggunakan mobil Toyota Yaris berwarna merah dengan platnomor nomor polisi AE 1291 PC. Lantas, petugas memburu dan langsung memberhentikan mobil tersebut. 

AYO BACA : PESERTA GELOMBANG 17 yang Akan Dicabut Panitia dan Masuk Daftar Hitam

\"Saat dilakukan penggeledahan, ada 3 sterofoam. Didalamnya, berisi 30.500 benur pasir,\" kata Gatot, Selasa (15/6/2021).

Selain benur atau benih lobster, ada pula temuan lain, yakni 500 jenis benur mutiara. Seluruhnya langsung digelandang menuju Ditreskrimsus Polda Jatim.

Sementara itu, Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy mengungkapkan, masing-masing tersangka memiliki peranan yang berbeda. Tersangka RA, berperan mengepul benur dari para nelayan di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. Apabila benur tersebut memenuhi syarat, hasilnya akan dijual kembali ke tersangka WNT.

AYO BACA : Gagal di Kartu Prakerja Gelombang 17, Apa Perlu Daftar Lagi di Gelombang 18 ?

\"Rencananya, Barang yang dijual ke WNT akan dijual (lagi) ke DKI Jakarta,\" ujarnya. 

Dari penyidikan, para tersangka mengaku memiliki 79.000 benur. 39.000 diantaranya, diakui sudah terjual. Akibat kejadian tersebut, negara dirugikan hingga Rp 1 miliar. 

Sedangkan, Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I, Muhlin menyatakan, perbuatan para tersangka terbukti melanggar hukum perihal jual beli dan ekspor benur. Meski demikian, ada pengecualian tertentu perihal mekanisme perdagangan lobster. \"Selain jenis ini (benur pasir), (ketentuan bobot penjualan) 200 gram per ekor, yang boleh dengan berat 150 gram per ekor jenis pasir,\" tuturnya. 

Keduanya dikenakan Pasal 92 Juncto Pasal 26 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang perubahan Undang-undang (UU) Nomor 46 Tahun tentang Perikanan dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara atau denda Rp1.5 miliar.

AYO BACA : OBAT ALAMI ASAM URAT dan Sayuran yang Dianjurkan bagi Penderitanya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar

_atrk_opts = { atrk_acct:"XGeit1zDGU20kU", domain:"ayosurabaya.com", dynamic: true}; (function() { var as = document.createElement('script'); as.type = 'text/javascript'; as.async = true; as.src = "https://certify-js.alexametrics.com/atrk.js"; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(as, s); })();