Pemkot Surabaya Keluarkan SE Salat Ied di Rumah, Bagaimana dengan MAS?

  Senin, 10 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi. (Ayobandung.com)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang berisi imbauan kepada warganya supaya melakukan salat Idul Fitri 1442 Hijriyah di rumah masing-masing. Surabaya, kata dia, berstatus zona oranye Covid-19.

Dalam SE Wali Kota Surabaya dengan nomor 443/4657/436.8.4/2021 tanggal 6 Mei 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Takbiran dan Salat Idul Fitri 1442 Hijriyah di saat Pandemi Covid-19 di Kota Surabaya, ada 4 poin yang tertuang dalam SE yang bersifat imbauan tersebut. Untuk imbauan tentang pemberlakuan salat Ied, terletak pada poin kedua di SE itu.

"Berdasarkan zonasi penyebaran Covid-19 pada situs Satgas (Satuan Tugas) Covid-19 nasional, Kota Surabaya berada di zona oranye. Sehingga, salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah atau tahun 2021 Masehi agar dilakukan dirumah masing-masing," bunyi salah satu poin dalam SE itu.

Kebijakan itu muncul usai Surat Edaran (SE) dari pemerintah pusat diumumkan. Dalam SE yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 07 Tahun 2021 tanggal 6 Mei 2021 mewajibkan salat Idul Fitri 1442 H dirumah masing-masing. Hal itu diperuntukan kepada warga yang tinggal di kawasan yang berstatus zona oranye. Kota Surabaya sendiri, termasuk dalam zona oranye. Pun dengan takbir keliling yang juga disinggung dalam SE itu.

"Malam takbiran, menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam rangka mengagungkan Asma sesuai diperintahkan agama, pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid atau musala," sebut poin pertama dalam SE Walikota Surabaya.

Rupanya, regulasi itu bersinggungan dengan kebijakan pihak Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS). Sebab, MAS memastikan hendak menggelar salat Ied berjamaah yang notabene dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Humas MAS, Helmy M Noor angkat bicara saat disinggung perihal SE itu. Ia mengaku pihaknya akan menggelar rapat pada Senin (10/5/2021) ini.

"Mugi-mugi berkah Lailatul Qadar, ada perubahan kebijakan. Hingga, salat Ied tetap berlangsung di zona oranye dengan prokes (protokol kesehatan) ketat," kata Helmy, Senin (10/5/2021).

Helmy menyebutkan, pihaknya tentu tak akan abai dengan prokes yang ada. Terlebih dalam kapasitas maksimal dari kuota yang ada.

"Dengan kuota terbatas, misalnya 25% dari kapasitas masjid. Sementara, Masjid Al Akbar hanya kuota 15% dari kapasitas masjid," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar