Pemprov Libatkan Ratusan Personel untuk Tim Pantau Larangan Mudik ASN Jatim

  Senin, 10 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi -- Pemprov Libatkan Ratusan Personel untuk Tim Pantau Larangan Mudik ASN Jatim. (Ayobandung.com)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Ratusan personel khusus diterjunkan untuk memantau para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang nekat mudik Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah. Tercatat, ada sekitar 302 personel yang diterjunkan untuk mengawasi para ASN.

Ketua Tim Pantau Larangan Mudik ASN Pemprov Jatim Nurkholis mengatakan, langkah itu merupakan tindak lanjut dari larangan ASN mudik lebaran oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, 302 personel yang diterjunkan akan turut berjaga di 17 titik penyekatan di Jatim.

Mekanismenya, ratusan personel itu akan disiagakan untuk memeriksa ASN yang ngeyel mudik di sejumlah titik. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang ada.

"Gubernur sudah mengeluarkan SE, seluruh ASN di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dilarang mudik," tutur Nurkholis, Senin (10/5/2021).

Ketika ditanya lebih detil terkait sejumlah titik yang menjadi sasaran pengawasan, Nurkholis enggan menjelaskan lebih rinci. Dia mengaku sengaja merahasiakan supaya para ASN tak mengetahuinya.

Menurutnya, bila ASN sudah tahu lokasi-lokasi yang akan diawasi, otomatis akan menghindari rute itu dan mencari alternatif lain. Apabila terbukti ada ASN yang nekat mudik, pihaknya telah mempersiapkan sanksi.

Nurkholis menyebutkan, ada 302 personel dari tim terpadu yang berasal dari BKD, Inspektorat, Satpol PP, sampai Dishub Jatim. Nantinya, tim tersebut akan ditugaskan sesuai durasi larangan mudik, mulai 6 sampai 17 Mei 2021.

Ihwal sanksi yang diberlakukan, Nurkholis menyatakan beragam, mulai sedang hingga berat. Sanksi sedang, yaitu penundaan gaji berkala dalam setahun. Untuk sanksi berat, bisa dicopot dari jabatannya.

Oleh karena itu, untuk menghindari ASN yang ngeyel mudik, Nurkholis mengharuskan seluruh ASN Pemprov Jatim untuk share live location. Supaya, bisa dipantau keberadaannya secara real time.

"Live location WhatsApp, mulai pukul 07.00 sampai 16.00 WIB, pukul 16.00 sampai pukul 22.00 WIB," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim itu.

Perlu diketahui, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah mengeluarkan SE Gubernur Jatim Nomor 800/2230/204.3/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah, Mudik, dan Cuti bagi ASN Pemprov Jatim selama masa pandemi Covid-19. Dalam regulasi itu, dijabarkan secara detil dalam SE Sekdaprov Jatim No. 800/2625/204.3/2021.

Dalam SE itu disebutkan, ASN maupun Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja (PTT-PK) tak diperbolehkan melakukan kegiatan ke luar daerah, cuti maupun mudik sedari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Selama pemberlakuan larangan itu, PTT-PK dan ASN wajib absen melalui E-Presensi mobile setiap hari. Selama cuti dan libur bersama lebaran pun serupa, absen WFH wajib dilakukan hingga 3 kali.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar