H-4 Lebaran, Terminal Purabaya Sepi Bak Kuburan

  Minggu, 09 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Suasana terkini Terminal Purabaya, Minggu (9/5/2021) siang.

WARU, AYOSURABAYA.COM -- Suasana Terminal Purabaya Surabaya masih tampak lengang. Ketika berada di lokasi, hanya ada beberapa penjual tiket. Pun dengan pedagang asongan dan petugas gabungan dari TNI, Polri, hingga Dishub disiagakan. 

Namun, untuk penumpang bus, hanya ada beberapa saja. Pemandangan ini berbeda jauh dengan lebaran sebelum pandemi Covid-19 melanda yang cenderung ramai dan dipenuhi aneka bus dengan pelbagai jurusan.

Kepala UPT Terminal Purabaya, Imam Hidayat menjelaskan, kondisi terminal memang sedang sepi. Malah, hanya ada beberapa bus saja yang sekedar numpang parkir. 

"Misalnya, bus Sugeng Rahayu, yang AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) itu, mulai pagi sampai sore, langsung pulang garasi nggak ada penumpangnya," kata Imam, Minggu (9/5/2021).

Imam mengatakan, dalam sehari hanya ada belasan bus yang beroperasi di terminal yang berada di kawasan Waru, Sidoarjo. Tak hanya itu saja, penumpang juga mengalami penurunan yang signifikan.

"Tanggal 6 Mei 2021, sekitar 268 (penumpang), tanggal 7 Mei 2021, 388 (penumpang)," tuturnya.

Untuk armada bus yang ada, Imam menyebut ada 13 unit di tanggal 8 Mei 2021, lalu bertambah menjadi 38 unit. Kemudian, bertambah lagi menjadi 55 unit. Meski begitu, seluruh penumpang wajib menjalankan syarat dan ketentuan yang diharuskan pemerintah. Begitu pula dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Sesuai dengan edaran Menteri Perhubungan, kita periksa. Harus bawa surat antigen, surat kesehatan. ASN sendiri itu dari pimpinan, TNI atau Polri dari komandan sendiri, kalau dari non pemerintahan ya dari RT/RW, kelurahan," ujarnya.

Imam menyatakan, untuk pemeriksaan penumpang dilakukan sejumlah personel gabungan dari TNI, Polri, hingga Dishub di ruang tunggu. Untuk pendataan, dilakukan pihak Terminal Purabaya. Apabila tidak bisa menunjukan atau membawa surat keterangan atau surat sehat, penumpang akan disuruh keluar.

"Daripada nanti dia di penyekatan dia kena suruh turun, kan kasihan," katanya.

Sedangkan, salah seorang staf PO Lorena, Eko Wahyudi mengeluhkan sepinya penumpang di Terminal Purabaya yang berada di Desa Bungurasih itu. Penantiannya terhadap penumpang yang hampir 24 jam, justru 'bertepuk sebelah tangan'. Ia mengaku, belum memperoleh satu penumpang pun.

Eko mengungkapkan, PO-nya baru menjalankan busnya pada Minggu (9/5/2021) ini. Sebab, baru memperoleh stiker dari instansi terkait. Tetapi, hari pertama beroperasi, justru belum mengangkut penumpang.

"Belum ada penumpang dari tadi pagi, ini cuma kita siapkan 1 armada," kata Eko.

Eko mengutarakan, PO Lorena memiliki tujuan Jurusan Surabaya-Jakarta-Bogor. Menurutnya, seluruh penumpang wajib memenuhi kriteria atau menerapkan kebijakan seperti yang disampaikan pemerintah.

"Kalau kemarin (Jumat, 8/5/2021), kita belum jalan, baru hari ini jalan," ujarnya.

Diketahui, Terminal Purabaya masih beroperasi sampai saat ini. Para penyedia jasa armada bus tetap melayani penumpang non mudik yang diwajibkan membawa surat bebas Covid-19 dan surat keterangan dari tempat bekerja. 

Bus yang diizinkan beroperasi, yang mempunyai stiker dari pemerintah saja. Apabila tak memiliki, maka tak diperbolehkan untuk beroperasi.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar