bank bjb


34 Pekerja Migran Indonesia di RSLI Surabaya Positif Covid-19

  Selasa, 04 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi -- 34 Pekerja Migran Indonesia di RSLI Surabaya Positif Covid-19. (Pixabay)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya kembali menerima pasien Covid-19 di Jatim. Selasa (4/5/2021), ada gelombang masuknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi positif hasil tes swab PCR dari tempat karantina Asrama Haji Surabaya.

Ketua Pelaksanan Relawan PPKPC-RSLI Radian Jadid mengatakan, hingga Senin (3/5/2021) malam, ada 8 PMI yang masuk RSLI. Pada Selasa (4/5/2021) sore ini, masuk kembali 26 orang PMI yang sudah positif terpapar Covid-19.

Jadid menyatakan, seluruhnya berasal dari sejumlah negara di Asia Tenggara, mulai dari Malaysia, Hongkong, Singapura, hingga Brunei Darussalam.

Sepekan terakhir, masih berasal dari wilayah asia tenggara. PMI dari Timur Tengah diperkirakan akan masuk dalam pekan depan.

Total per hari ini adalah 34 pasien di RSLI Surabaya, yang terdiri atas, 17 laki-laki dan 17 perempuan yang merupakan kiriman dari Satgas PMI.

"Asal mereka beragam, separuh lebih berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep. Yang lainnya dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah," kata Jadid saat dihubungi, Selasa (4/5/2021).

Seluruh pasien PMI akan diberikan pelayanan khusus. Bahkan, relawan akan memantau kondisinya mulai masuk RSLI, perawatan, hingga kepulangannya. Pun dengan pendampingan psikologi pasien.

Sementara itu, Penanggung jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengungkapkan, RSLI selalu siaga dalam menangani PMI penderita Covid-19. Justru, mereka menjadi perhatian serius lantaran dianggap sangat berpotensi terjangkit dan  menjadi perantara Covid-19 varian baru.

Bercermin dari kondisi badai tsunami Covid-19 di India, Nalendra mengaku enggan kecolongan. Bahkan, segala langkah antisipasi dan monitoring ketat akan menyertai penanganan  penderita Covid-19 yang berasal dari PMI.

“Contoh paling jelas adalah kasus di India. Adanya vaksinasi lebih dari 100 juta warga India telah menjadikan mereka euforia. Sehingga, melupakan protokol kesehatan (prokes) yang ada," ujarnya.

Bila dibandingkan dengan 1,3 miliar jumlah penduduk India, angka itu masih jauh dari syarat herd immunity yang mengharuskan 70% dari populasi. Untuk itu, Nalendra berharap vaksinasi jangan dijadikan sandaran dan alasan untuk abai terhadap prokes. Mengingat, prokes merupakan syarat nomor satu dan mutlak untuk mengatasi pandemi Covid-19.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar

_atrk_opts = { atrk_acct:"XGeit1zDGU20kU", domain:"ayosurabaya.com", dynamic: true}; (function() { var as = document.createElement('script'); as.type = 'text/javascript'; as.async = true; as.src = "https://certify-js.alexametrics.com/atrk.js"; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(as, s); })();