bank bjb


RSLI Siaga 1 Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 saat Idul Fitri, Libur, & Serbuan PMI di Surabaya

  Rabu, 28 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi -- RSLI Siaga 1 Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 saat Idul Fitri, Libur, & Serbuan PMI di Surabaya. (Pixabay)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Sejumlah personel tenaga medis Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya harus melakukan antisipasi ekstra lagi menjelang larangan mudik Lebaran atau Idulfitri 1442 Hijriah dan kepulangan ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mengingat, dalam sejumlah momen serupa sebelumnya, terjadi peningkatan kasus persebaran Covid-19.

Perihal kesiapan adanya rencana kepulangan sekitar 14.000 PMI Pekerja di Jawa Timur (Jatim), RSLI Surabaya langsung menerima masukan dan koordinasi dengan para oemangku jabatan, salah satunya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Koordinator Pelayanan Umum RSLI Surabaya, Letnan Kolonel dr. Nugraha Wicaksana mengatakan, ada beberapa hasil dari rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim, antara lain dari pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan PMI di Jatim dengan pintu gerbang di Surabaya dan ditentukan mekanisme atau alur dari PMI yang masuk ke Surabaya.

Nantinya, para PMI dikarantina terlebih dulu di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Lalu, akan dipersiapkan personel untuk menjalankan pengambilan specimen swab dan piket bergiliran membantu di asrama haji. Untuk lokasi pemeriksaan swab PCR, RS Bhayangkara, RS Brawijaya, dan PCR Mobile milik Dinkes pun disiagakan dengan jadwal hasil pemeriksaan 1 hari jadi.

“Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19, akan dikirim ke RSLI Surabaya untuk mendapatkan penanganan,” kata Nugraha melalui keterangan tertulis yang diterima AyoSurabaya.com, Rabu (28/4/2021).

Untuk antisipasi usai ldulfitri, berkaca dari momentum tahun lalu, kerap terjadi kenaikan angka penderita Covid-19. Oleh karena itu, beragam persiapan tengah dilakukan sejak saat ini.

Penanggung Jawab RSLI Surabaya Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, kendati penanganan pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan telah di setting sedemikian rupa, pihaknya juga akan meladeni pelayanan dan penanganan pada pasien dengan gejala sedang hingga berat.

"Hal itu sudah dibuktikan pada bulan Desember 2020, Januari dan Pebruari 2021. Saat itu, terjadi lonjakan penderita Covid-19 di Jatim, berbagai rumah sakit penuh, RSLI menjalankan fungsinya sebagai rumah sakit darurat dan rujukan awal, sehingga melayani pasien dengan gejala sedang dan berat," katanya.  

Untuk kondisi dalam sebulan terakhir, memang tingkat hunian harian RSLI melandai di pada kisaran 30 hingga 50 pasien. Meski begitu, Nalendra mengingatkan kepada seluruh nakes beserta relawan, tetap waspada dan mengantisipasi hal itu sejak dini. Mengingat, kondisi di luar RSLI Surabaya, baik di Jatim maupun di DKI, Jabar, Riau, Jateng, hingga Sumbar jumlah penderita virus SARS CoV-2 masih tinggi daan cenderung meningkat.

Maka dari itu, Nalendra mengimbau agar situasi yang melandai seperti saat ini harus dimanfaatkan para nakes dan relawan untuk menjalankan rekreasi mental serta menyimpan tenaga, baik stamina maupun moril.

Jelang momen tahunan Idulfitri kali ini, RSLI Surabaya meningkatkan kualitas dan kuantitas program Sabtu Bersih, mulai mempersiapkan jaringan layanan oksigen sentral pada ruang HCU khususnya bagi penderita Covid-19 gejala sedang dan berat, peningkatan kapasitas (upgrading) bagi relawan pendamping dan dokter, hingga memberikan materi reinveksi dan vaksinasi teranyar.

"Edukasi dan penyadaran akan perkembangan dan penangan Covid-19 serta upaya menjalankan protokol kesehatan (prokes), khusunya 5M tidak saja kepada jajaran nakes, relawan dan pasien Covid-19 di RSLI, tapi juga kepada para alumni/penyintas Covid-19 serta masyarakat umum melalui pelbagai event maupun momentum kegiatan dengan harapan seluruh pihak bisa berkontribusi aktif mengatasi pandemi Covid-19.” ujarnya.

Hingga kini, RSLI Surabaya telah beroperasi selama 11 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, para nakes telah meladeni 7.226 penderita Covid-19 dengan beragam tingkatan, mulai dari kondisi tanpa gejala, ringan, sedang, hingga berat.

Sementara itu, jumlah pasien yang sudah sembuh mencapai 6.930 dengan angka kematian 1 orang saja. Angka kesembuhan RSLI Surabaya itu digadang-gadang memberikan kontribusi sekitar 5,19% untuk kesembuhan di Jatim dan 31,58% untuk kesembuhan di kota pahlawan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar

_atrk_opts = { atrk_acct:"XGeit1zDGU20kU", domain:"ayosurabaya.com", dynamic: true}; (function() { var as = document.createElement('script'); as.type = 'text/javascript'; as.async = true; as.src = "https://certify-js.alexametrics.com/atrk.js"; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(as, s); })();