Operasi Pasar di Surabaya Jelang Ramadan dan Idulfitri

  Rabu, 07 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi. (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Jelang Ramadan 1442 Hijriah, Pemerintah Kota Surabaya akan sidak ke sejumlah pasar untuk operasi terkait harga bahan pokok di pasaran..

Kepala Dinas Perdagangan Surabaya Wiwiek Widayati mengungkapkan, kegiatan itu digelar dalam rangka untuk  pengendalian harga pasar di Ramadan. Pasalnya, tren setiap tahun, saat menjelang Ramadan, kerap dijumpai kenaikan harga kebutuhan bahan pokok meroket. Terutama saat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“(Sidak pasar) akan kita lakukan, untuk melihat tren harganya seperti apa, lalu analisa tren kenaikan sebabnya apa," kata Wiwiek, di Balai Kota Surabaya, Rabu (7/4/2021).

Wiwiek mengatakan, kenaikan harga bahan pokok sebenarnya bisa ditelusuri. Bila ada temuan, pihaknya bisa melaksanakan operasi pasar yang menyasar langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, sidak akan dilakukan di sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern. Bila sidak itu ada temuan yang tak sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), sesuai aturan Kementerian Perdagangan, pemkot akan meminta pedagang menyesuaikan harga.

Sesuai tren harga yang ada, Wiwiek mengaku harga di pasaran masih kondusif. Apabila ada kenaikan, menurut dia masih dalam taraf wajar dan tidak membebani.

Operasi pasar telah berlangsung sejak 29 Maret 2021 secara bergilir di kecamatan di kota pahlawan.

Wiwiek menjelaskan, cabai memang sempat membuat masyarakat kelabakan lantaran harganya yang meningkat. Kendati tidak ada HET secara detail, namun tren kenaikan dari tahun-tahun lalu fluktuatif.

"Terakhir, (cabai) Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilogram, masih wajar dibanding beberapa waktu lalu Rp95.000 sampai Rp100.000 ribuan per kilogram. Stok juga insyaallah stabil, termasuk beras. Karena sekarang masa panen. Untuk kerawanan, insyaallah tidak ada. Masalah berat terakhir cabai, tapi sudah lewat,” tuturnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar