Sambut Ramadan, Mojokerto Ditarget Masuk Zona Hijau

  Rabu, 24 Maret 2021   Andres Fatubun
Alun-alun Mojokerto. (rahmat wijanarko)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra bersama Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto meninjau pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Jasem dan Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/3/2021).

Ditargetkan, Kabupaten Mojokerto segera menjadi zona hijau pada bulan ramadan.

AYO BACA : Segudang Manfaat Brotowali bagi Kesehatan, Turunkan Gula Darah dan Hambat Sel Kanker

Wabup Mojokerto, Muhammad Al Barra menyampaikan, agar komitmen PPKM Mikro yang dijalankan hingga ke tingkat RT, betul-betul digencarkan secara intens. Hal ini juga didukung harapan agar Kabupaten Mojokerto segera menjadi zona hijau pada bulan ramadan tahun ini. Hal ini tidak bisa dikomando hanya dari pemerintah saja, namun harus ada komitmen sejalan dari masyarakat.

“Saat ini Kabupaten Mojokerto statusnya zona kuning. Kita berusaha agar Ramadhan ini, kita sudah bisa masuk zona hijau. Ini semua tentang komitmen bersama. Semua harus aktif dalam upaya penanggulangan. Untuk pembagiannya yakni zona kuning dengan kurang lebih 1-5 warga suspect covid, zona oranye 6-10 orang, dan zona merah lebih dari 10 orang. Itu semua terlapor setiap minggunya,” ungkapnya.

AYO BACA : Jelang Ramadan, Gubernur Khofifah Minta Vaksinasi untuk Petugas Masjid Dipercepat

Di Desa Watesnegoro, Wabup juga menjelaskan perihal kuota distribusi vaksin untuk daerah yang semuanya ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Sehingga vaksinasi serentak tidak bisa dilakukan karena daerah hanya menerima vaksin dengan ketentuan Pemerintah Pusat sehingga daerah menjadwalkan untuk beberapa tahapan agar sampai kepada masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto mengajak semua pihak untuk berusaha memperbaiki zona, dari kuning ke hijau. Dandim meminta agar upaya pengetatan protokol kesehatan (prokes) bisa menjadi salah satu upaya guna membantu perbaikan zona dalam kurun waktu seminggu ke depan.

“Kita tidak boleh berhenti menerapkan prokes, tentu dengan didukung Pemdes untuk terus sosialisasi dan edukasinya. Satu minggu ini, kami tunggu laporannya untuk Desa Jasem agar bisa memperbaiki zona dari kuning jadi hijau,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan TNI-Polri juga menggandeng lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam bidang distribusi beras waqaf. Ada 30 paket sembako yang diserahkan pada warga Jasem, dan 30 paket lagi untuk Watesnegoro. 

AYO BACA : Kongres XXXI HMI di Surabaya Ricuh, Polisi Amankan 6 Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar