Polisi Buru Pembunuh Terapis di Mojokerto, Ini Ciri-cirinya

  Kamis, 11 Februari 2021   Andres Fatubun
Sketsa wajah pelaku penganiayaan terapis di Mojokerto. (beritajatim)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Hingga hari ke-7 kasus penganiayaan yang mengakibatkan satu orang terapis meninggal dunia, Tim Penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto kesulitan mengungkap pelaku. Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV, sketsa wajah pun disebar.

Sketsa wajah pelaku penganiayaan diumumkan secara langsung oleh Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi di hadapan para awak media Mojokerto. Usai mengumumkan, puluhan sketsa wajah disebar dan ditempel di angkutan umum dan tempat umum yang ada di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

AYO BACA : Warga Binaan Edarkan Pil Koplo yang Dibungkus Bumbu Pecel

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, jika pihaknya mencoba memberikan perkembangan penyelidikan kepada masyarakat terkait upaya pengejaran terhadap pelaku penganiaya yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada, Kamis (4/2/2021) pelaku lalu.

“Ini merupakan hari ke-7 penyelidikan kasus tersebut, hasilnya penyelidik masih menemukan kesulitan untuk mengetahui wajah dan identitas pelaku sampai saat ini. Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV, akhirnya kita mengetahui sketsa wajah dari pelaku penganiayaan,” ungkapnya, Kamis (11/2/2021).

AYO BACA : KNKT Ungkap Rekaman Detik-detik Terakhir Sriwijaya Air SJ182 Sebelum Jatuh

Masih kata mantan Kapolres Sumenep ini, dari keterangan saksi dan rekaman CCTV tersebut diketahui jika pelaku memiliki wajah oval, kulit sawo matang, rambut ikal, usia antara 25 tahun sampai 30 tahun, tinggi badan 165 cm dan berperawakan kurus. Pelaku menggunakan sepeda motor Honda Beat warna pink.

“Jadi diharapkan dengan adanya sketsa wajah ini nantinya akan kami sebar dan ditempel di tempat umum dan angkutan umum untuk diketahui masyarakat. Sehingga dengan harapan sketsa wajah ini bisa mempercepat atau membantu terungkapnya kasus kejahatan ini,” katanya.

Dalam brosur sketsa wajah pelaku tercantum nomor telepon yang bisa dihubungi masyarakat jika melihat ciri-ciri pelaku. Yakni di nomor telepon 0321-330677 atau call center di 110 atau menghubungi Polsek Jetis.

Sebelumnya, seorang terapis perempuan ditemukan tewas bersimbah darah di dalam sebuah panti pijat yang terletak di Jalan Raya Mlirip, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/2/2021). Saat ditemukan, korban dalam keadaan setengah telanjang dengan posisi tengkurap.

Sementara satu korban lainnya mengalami luka serius di bagian kepala belakang dan dievakuasi ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Petugas dari Satreskrim Polresta Mojokerto langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi jenazah dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

AYO BACA : Warga Tionghoa di Kapasan Dalam Surabaya Tanggapi Aturan Imlek saat Pandemi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar