Masih Tahun Baru, Mojokerto Diterjang Banjir Hingga Angin Kencang

  Sabtu, 02 Januari 2021   Rizma Riyandi
Luapan Sungai sebabkan banjir di Mojokerto (Beritajatim.com)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Banjir akibat luapan Sungai Watudakon merendam sejumlah rumah yang ada di Dusun Bekucuk RT 01 dan RT 3, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak lima rumah dan kurang lebih 10 hektar tanaman padi milik warga terendam.

Dilansir dari Beritajatim.com, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, banjir luapan Sungai Watudakon menyebabkan lima rumah milik warga terendam. “Dengan ketinggian dalam rumah ± 20 cm dan jalan desa ± 10 cm,” ungkapnya, Jumat (1/1/2021).

Masih kata Zaini, selain merendam lima rumah, luapan Sungai Watudakon juga merendam lahan pertanian milik warga. Lahan pertanian dengan tanaman padi seluas kurang lebih 10 hektar terendam. Hingga, Jumat malam air banjir luapan Sungai Watudakon masih belum surut.

“Setelah mendapat laporan TRC BPBD Kabupaten Mojokerto sudah di lokasi untuk melakukan assessment. Luapan Sungai Watudakon hingga malam ini masih belum surut karet tren air naik,” katanya.

AYO BACA : Ini Dia Ponsel Antibakteri Pertama di Dunia

Rumah Rusak Diterjang Hujan Angin

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, ada enam rumah di Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto rusak akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada, Kamis (31/12/2020) kemarin.

Selain itu, juga ada tempat usaha ternak jangkrik, kandang ternak, sebuah mushola sebuah kanopi ruko bagian depan milik Desa Mejoyo rusak. Kerugian yang dialami sejumlah warga tersebut masih belum ditafsir, namun Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto sudah melakukan assessment atau aji cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, bedasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, cuaca di wilayah Kabupaten Mojokerto, terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin yang berhembus cukup kencang.

AYO BACA : Dokter: Jangan Olahraga Berlebihan Saat Pandemi

“Angin dengan kecepatan kurang lebih 30 sampai 40 km/jam sehingga mengakibatkan beberapa rumah warga dan tempat usaha di Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal di bagian atap dan tembok mengalami rusak ringan, sedang hingga berat,” ungkapnya, Jumat (1/1/2021).

Data BPBD Kabupaten Mojokerto menyebutkan, di RT 07 RW 1 tempat usaha ternak jangkrik milik Sudirman mengalami kerusakan cukup berat akibat terhempas angin kencang. Tempat usaha ternak jangkrik yang mengalami kerusakan dengan luas lebar 3 dan panjang 10 meter.

“Di RT 08 RW 01, ada 5 rumah warga yang mengalami kerusakan. Ibu Sugiarti atap rumah Bagian ruang tamu rusak dengan luas 3 x 3 meter, atap rumah bagian belakang rumah Pak Kardi juga mengalami kerusakan sedang dengan luas 4 x 4 meter,” katanya.

Rumah Sodikin atap bagain teras juga mengalami kerusakan sedang dengan luas 3 x 3 meter dan tembok bagian kamar mandi roboh dengan luas 3 x 3 meter. Rumah Siti Aminah, mengalami kerusakan di bagian atap belakang cukup berat dengan luas 5 x 5 meter dan rumah Suratman, atap rumah bagian kamar tidur mengalami kerusakan ringan dengan luas 4 x 5 meter.

“Di RT 10 RW 01, atap rumah Pak Poniman mengalami kerusakan ringan dengan luas 3 x 2 meter, namun sudah diperbaiki secara mandiri. Selain itu, kandang ternak belakang rumah Pak Fairul mengalami kerusakan cukup berat dengan panjang 4 meter dan lebar 5 meter serta mushola desa di bagian atap tapi sudah diperbaiki warga,” jelasnya.

Zaini menambahkan, di RT 11 RW 01 sebuah kanopi ruko bagian depan milik Desa Mejoyo mengalami rusak ringan akibat dampak angin kencang dengan panjang 3 dan lebar 6 meter. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin masih terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto, sehingga pihaknya menghimbau agar masyarakat waspada.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar