Jadi Pendatang, Terduga Teroris di Mojokerto Nikahi Janda 4 Anak

  Kamis, 24 Desember 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Densus 88 di Mojokwerto (Suara.com)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menggerebek dan menangkap HAB (53) yang merupakan warga Jalan Mojosari-Ngoro RT 04 RW 05 Desa Pungging, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu (23/12/2020). HAB disebut sebagai terduga teroris merupakan suami kedua dari warga Mojokerto.

Dilansir dari Beritajatim.com, Ketua RT 04 RW 05, Sukeri mengatakan, jika HAB tinggal di RT 04 RW 05 setelah meninggal dengan NA (56) sekitar empat tahun lalu.

AYO BACA : Daftar Harga Samsung S21 Series

“Itu rumah NA. HAB itu suaminya NA, Iya (pendatang) kurang lebih empat tahun. Orangnya biasa, tidak ada yang aneh,” ungkapnya, Kamis (24/12/2020).

Masih kata Ketua RT, setelah menikah dengan janda empat anak tersebut, terduga teroris mendirikan Tour dan Travel Umroh Haji. Sehingga rumah yang ditempati bersama istri dan ketiga anak sambungnya tersebut juga menjadi kantor Tour dan Travel Umroh Haji.

AYO BACA : Desainer Face Shield Love Milik Titi DJ yang Dipakai saat Jadi Juri Indonesian Idol

“Setahu saya ya travel, masalah lain saya tidak tahu. Kurang lebih dua-tiga tahunan. Empat tahun menikah dengan NA dan dua-tiga tahunan mendirikan travel itu. Kalau saya jarang komunikasi, kalau tidak perlu karena rumahnya itu kan pinggir jalan, jauh dari tetangga,” katanya.

Meski rumah terduga teroris tersebut berada di jalur provinsi yang menghubungkan Pasuruan dan Mojokerto dan jauh dari tetangga, namun lanjut Ketua RT, terduga teroris masih berkomunikasi dengan tetangga dan aktif saat ada kegiatan di lingkungannya.

“Tidak punya tetangga, jarang komunikasi tapi setahu saya tiap hari di rumah. Tiap hari ke masjid sebelah, sholat jamaah di situ. Selain kantor juga rumah. Masalah itu kurang tahu, saya jarang komunikasi (pekerjaan). Kumpulan RT ya ikut, orang e biasa saja. Tidak aneh, biasa,” jelasnya.

Ketua RT menambahkan, terduga teroris tersebut menikah dengan warganya belum dikaruniai keturunan. Terduga teroris merupakan suami kedua NA. NA sendiri dikaruniai empat anak dari suami pertama yang telah meninggal, namun anak pertamanya sudah menikah dan tidak tinggal bersamanya.

“Nikah sama NA belum punya keturunan. Ini anak dari suami pertama, HAB suami kedua. Empat orang anak dari suami pertamanya, satu sudah berkeluarga tidak tinggal di sana. Suami pertamanya meninggal, saya sendiri tidak tahu ada penangkapan. Katanya ya satu orang, baru tahu saat Pak Lurah minta KK,” tegasnya.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar