Bila Vaksin Covid-19 Sudah Ada, Berapa Lama Bertahan di Tubuh?

  Selasa, 13 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi riset vaksin Covid-19.(Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM--Satgas Covid-19 belum mau mengurai soal berapa lama vaksin Covid-19 dapat bertahan di dalam tubuh manusia.

Seperti diketahui, vaksin Covid-19 belum ditemukan, termasuk Sinovac yang masih dalam tahap uji klinis di Tanah Air. 

Satgas Penanganan Covid-19 tak mau berkomentar banyak jika vaksin Covid-19 ditemukan kemudian berapa lama bisa memberikan kekebalan dalam tubuh karena masih dalam tahap uji klinis. 

"Saat ini belum ada informasi tentang hal tersebut (berapa lama vaksin Covid-19 bisa memberi imunitas tubuh) karena sedang dalam tahap uji klinis. Nanti apabila informasi tersebut sudah tersedia akan disampaikan pada publik," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito seperti dilansir dari Republika.co.id, Selasa (13/10).

Artinya, dia melanjutkan, hasil uji klinis vaksin Covid-19 seperti Sinovac dan vaksin Merah Putih masih dikembangkan dan belum ada informasi efektivitasnya. "Kita baru akan tahu aman dan efektif apabila hasil uji klinisnya sudah selesai dan disampaikan begitu adanya," katanya.

Oleh karena itu, dia meminta selama belum ada vaksin Covid-19 yang terbukti efektif, masyarakat melakukan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan memakai sabun.

271,3 Juta Dosis Vaksin Disiapkan

Vaksin Covid-19 saat ini sangat dinanti karena menjadi satu-satunya harapan masyarakat dunia untuk bisa kembali hidup normal dan terbebas dari pandemi.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartanto mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan 271,3 juta dosis vaksin Covid-19 untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sebanyak 30 juta dosis vaksin Covid-19 sudah siap digunakan hingga akhir tahun 2020.

Deretan vaksin itu berasal dari CanSino Biologics Beijing China, Shinopharm China, AstraZeneca buatan Oxford University Inggris, dan Sinovac dari Beijing China.

"AstraZeneca ini sudah ada komitmen 100 juta dosis," terang Airlangga.

"Dan 50 juta dosis (dari AstraZeneca) sekarang sedang berangkat Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN untuk 50 juta dosis yang diorder pertama dan dibayar," sambungnya.

Sedangkan vaksin pengadaan hasil kerja sama Sinovac dan perusahaan farmasi Indonesia, Biofarma, yang sudah diatur dengan diturunkannya Peraturan Presiden (Perpres).

"Kemudian berikut berbasis biofarma yang mengadakan, pemerintah sudah menurunkan perpres, dan ini untuk pengadaan vaksin," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Dari pengadaan vaksin ini, diharapkan Biofarma berhasil memproduksi 160 juta dosis vaksin yang pemberiannya bakal dilakukan secara bertahap, dari awal 2021 hingga 2022.

"Persiapan sedang dilakukan," tutup Airlangga.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar