14 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kerusuhan Demontrasi di Malang dan Surabaya

  Sabtu, 10 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Pendemo diamankan polisi (Suara.com)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Sebanyak 14 orang ditetapkan jadi tersangka kerusuhan dan perusakan fasilitas umum saat demonstrasi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Surabaya dan Malang pada Kamis (8/10).

"Kami tidak melihat dari apa yang melatarbelakangi status sosialnya. Tapi apa yang lebih pada esensi cukup bukti, bahwasanya yang bersangkutan merupakan pelaku perusakan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Jumat (9/10/2020) dilansir dari Republika.co.id.

Pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut melakukan perusakan fasilitas umum di sekitar Gedung Negara Grahadi Surabaya. Di antaranya, penjebolan pintu gerbang Gedung Negara Grahadi dan mobil polisi yang ada tak jauh dari gedung tersebut.

AYO BACA : BLT Guru Honorer Kapan Cair? Ini Penjelasan Kemendikbud dan Kemenag!

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

"Terhadap para tersangka, kami melakukan proses penyelidikan secara prosedural, profesional dan menjunjung nilai-nilai tujuan dari hukum. Pada proses selanjutnya, penahanan ini masih menjadi otoritas penyidik," ucapnya.

Sementara itu, sekitar 620 orang dilepas dan diserahterimakan pada keluarga masing-masing.

AYO BACA : PWI Desak Kapolri Usut Oknum Polisi Pelanggar Kemerdekaan Pers

Proses serah terima dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran di halaman Mapolda setempat.

"Adik-adik pelajar, mahasiswa dan teman-teman buruh yang kemarin unjuk rasa, akan saya pulangkan. Saya ingin mengedukasi. Silakan menyampaikan aspirasi, pendapat, kami polisi akan mengawal," katanya.

Meski begitu, Fadil menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi siapapun yang melakukan tindakan anarkis, seperti membakar fasilitas umum, merusak kendaraan milik Polri maupun masyarakat.

"Bagi mereka yang anarkis akan kami proses. Ini sebagai pembelajaran agar tak ada lagi kasus serupa," kata jenderal polisi bintang dua tersebut.

Kapolda juga menyampaikan bahwa pelaku bukan berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun buruh, tapi orang yang secara sengaja berniat melakukan perusakan.

"Saya sangat sayang dengan Kota Surabaya, dengan Jawa Timur. Saya kira semua tidak ingin kota yang indah ini dirusak orang-orang tak bertanggung jawab. Saya titip adik-adik kepada bapak-bapak keluarganya. Nanti setelah sampai di rumah, nuwun sewu tolong dinasihati supaya lain kali kalau diajak unjuk rasa dan tidak jelas, tidak usah ikut," katanya.

AYO BACA : Jokowi Buka Suara, Klaim UU Cipta Kerja Perbaiki Kehidupan Pekerja

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar