20 Pendemo di Malang Reaktif Covid-19

  Jumat, 09 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Rapid Test (Suara.com)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Polresta Malang Kota (Makota) telah melakukan uji cepat (rapid test) terhadap 129 pengunjuk rasa yang diamankan. Dari ratusan demonstran tersebut, 20 orang di antaranya dinyatakan reaktif.

Dilansir dari Republika.co.id, pengunjuk rasa yang memperoleh hasil reaktif akan menjalani tes usap (swab test). Jika ditemukan hasil positif Covid-19, maka yang bersangkutan akan diisolasi di safe house. Langkah ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, aparat kepolisian telah mengamankan 129 pengunjuk rasa sejak Kamis (8/10). Jumlah ini terdiri atas 59 mahasiswa, 14 pelajar SMA, 15 pelajar SMK, dua pelajar SMP dan satu orang buruh. Kemudian 15 orang pengangguran, satu orang petugas keamanan (cecurity) dan lima orang kuli bangunan.

AYO BACA : Tiga Alasan Utama Seseorang Tidak Patuhi Protokol Kesehatan

\"Total 124 laki-laki, lima orang perempuan,\" kata Kapolresta Makota, Kombespol Leonardus Simarmata kepada wartawan di Mapolresta Makota, Jumat (9/10).

Aparat kepolisian akan melakukan pendalaman terhadap pengunjuk rasa sampai 1x24 jam. Upaya ini dilakukan untuk menentukan status dan peranannya pada aksi unjuk rasa.

Jika demonstran terbukti melakukan pengrusakan kendaraan pemerintah dan kepolisian, maka akan diproses sesuai hukum. Sementara yang tidak terlibat, mereka akan dikembalikan ke keluarganya masing-masing.

AYO BACA : Nominal dan Ketentuan Subsidi Bunga/Subsidi Margin untuk Debitur KPR dan KKB

Aksi unjuk rasa atas penolakan UU Cipta Kerja di Kota Malang berakhir ricuh, Kamis (8/10). Demonstrasi telah menimbulkan kerusakan pada beberapa kendaraan, baik dari pemerintah maupun kepolisian.

Tercatat, lima kendaraan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang rusak akibat unjuk rasa. Rinciannya, satu mobil CRV terbakar dan empat lainnya mengalami kaca pecah. Kendaraan milik Satpol PP, Polres Batu dan Polres Blitar juga dilaporkan terbakar.

\"Termasuk kerusakan-kerusakan yang terjadi di kantor pemerintahan, baik itu DPRD, kantor Pemkot Malang, dan ada kerusakan lain di sepanjang jalan, fasilitas umum, lampu taman, banyak lainnya,\" ucapnya.

Selain itu, 15 anggota Polresta Makota dan Brimob juga dilaporkan mengalami luka ringan dan berat. Saat ini, tiga anggota Brimob sedang dirawat di RSUD Saiful Anwar (RSSA). Sementara untuk korban luka di kubu demonstran belum diketahui sampai sekarang.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar