Janda di Mojokerto Meninggal dalam Kondisi Bugil, Polisi Lakukan Penyelidikan

  Rabu, 16 September 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi mayat perempuan. (BeritaJatim)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Seorang wanita berinsial YS (42) ditemukan tewas di dalam rumah kontrakannya di Dusun Sukorame, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (15/9/2020). YS meninggal dengan posisi terlentang dan dalam kondisi telanjang.

Kematian janda beranak satu itu mengejutkan warga sekitar karena sang suami lebih dulu meninggal seminggu sebelumnya.

Dikutip Suara.com dari Beritajatim.com, Rabu (16/9/2020), mayat wanita itu ditemukan sudah dalam kondisi mengenaskan. Awal mula kasus ini terbongkar setelah warga mencurigai bau busuk yang berasal dari YS.

"Awalnya, ada warga yang mencium bau menyengat saat lewat di depan rumah korban,” kata Kapolsek Jetis, Kompol Suharyono.

Kata Kapolsek, setelah melihat YS sudah tak bernyawa, warga tersebut langsung melaporkan ke perangkat desa yang kemudian ditindaklanjuti dengan mengecek rumah korban dan didapati korban yang berstatus janda satu anak tersebut sudah dalam kondisi meninggal.

AYO BACA : DATA KECAMATAN SURABAYA: Pabean Cantian, Penduduk dan Wilayah

“Saat ditemukan, kondisi korban terlentang tanpa memakai baju sama sekali. Bau menyengat itu dari tubuh korban karena diduga korban sudah meninggal tiga hari lalu karena kondisi korban lebam. Warga juga melihat lampu rumah korban tidak menyala sejak Sabtu, korban baru ditinggal suaminya meninggal tujuh hari lalu,” katanya.

Kapolsek menambahkan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ditemukan luka maupun barang milik korban yang hilang. Untuk keperluan penyelidikan, jenazah korban dievakuasi ke rumah jenazah ke ruang jenazah RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Wanita di Ponorogo Diduga Tewas Bunuh Diri

Sementara itu, Sarmi (55), warga Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo juga ditemukan tewas dalam belik di kawasan hutan pinus setempat. Wanita itu diduga menenggelamkan diri karena ada masalah keluarga.

Kapolsek Ngrayun, Iptu Suroso menyebut bahwa korban sebelumnya menderita vertigo dan sakit gigi yang tak kunjung sembuh. Pada saat sakitnya kambuh, korban dibawa ke puskesmas setempat lalu dirujuk ke Rumah Sakit Aisyah Ponorogo pada Jumat (4/9/2020) dan dirawat empat hari.

AYO BACA : DATA KECAMATAN SURABAYA: Asemrowo, Penduduk dan Wilayah

"Setelah diopname, anak korban bernama Enik melihat korban mulai gelisah atau tidak tenang di rumah," jelas Suroso.

Suroso menambahkan, sebelum ditemukan tewas di belik, korban masih sempat membuatkan kopi untuk dihidangkan kepada tamu suaminya. Setelah menyajikan kopi, korban keluar rumahnya.

Saat sang suami menemani tamu, ternyata korban pergi menuju belik tersebut. Setelah tamu pergi, sang suami mencoba mencari istrinya dan tak kunjung ketemu. Akhirnya korban ditemukan meninggal dunia dalam belik.

"Korban meninggal dunia diduga kuat bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri ke dalam kedung (belik)," tambah Suroso.

Sementara dari hasil identifikasi juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

AYO BACA : PILKADA SURABAYA: Menilik Sosok Eri Cahyadi dan Kedekatannya dengan Risma

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar