Gara-gara Wayang Kulit, Camat Disemprot Kapolres Blitar Hingga Gedung Disegel Garis Polisi

  Rabu, 16 September 2020   Rizma Riyandi
Kapolres yang marah segera membubarkan pagelaran wayang di Blitar, Rabu (16/09/2020). (suara.com)

BLITAR, AYOSURABAYA.COM -- Camat Talun kena semprot Kapolres Blitar gegara menggelar acara wayang di tengah pandemi tanpa izin. Acara dengan tujuan sosialisasi protokol kesehatan (prokes) itu malah dilanggar lantaran dihadiri banyak masyarakat.

Dilansir dari Suara.com, Begitu tahu acara itu dilakukan melalui protokol kesehatan yang ditoleransi, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengamuk dan mengambil mic lalu membubarkan acara.

"Anda tahu tidak kalau Blitar ini terus nambah? Acara ini juga tidak ada izinnya," kata Fanani saat mengambil panggung, Rabu (16/9/2020).

AYO BACA : Video Perpeloncoan Ospek Online Viral, Unesa Selidiki Kronologinya

Tak cukup di situ, begitu bubar, gedung serbaguna yang dipakai untuk wayang itu dipasang garis polisi. Dari banner yang terpasang, acara pagelaran wayang kulit kolaborasi itu bertujuan untuk mensosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19. Namun nyatanya agenda itu malah berjalan sebaliknya.

Hal ini juga diperparah dengan lokasi gedung pertunjukan yang tak jauh dari Mapolsek Talun. Imbasnya, Kapolsek pun dicopot saat itu juga. Pembubaran acara ini berlangsung dalam operasi yustisi yang dilakukan gabungan. Selain polisi, ada TNI, Satpol PP, BPBD serta Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar yang ikut dalam operasi itu.

Selain membubarkan paksa pagelaran wayang kulit, sejumlah warung kopi turut menjadi sasaran polisi. Pengunjung warung kopi yang terlihat tak acuh dengan protokol kesehatan langsung ditindak. Sepeda motor pengunjung yang tak dilengkapi surat kendaraan turut disita petugas.

AYO BACA : Pencairan Subsidi Gaji Tahap 3 Cair 17-20 September, BCA dan Bank Swasta Ini Jadwalnya

Setidaknya 17 sepeda motor ditahan, 11 orang dikenai tipiring dan 8 lokasi di-police line termasuk gedung serbaguna di Talun. Operasi yustisi itu, kata Fanani, merupakan penegakan hukum dari Inpres 6 Tahun 2020 dan Pergub Jatim Nomor 53 Tahun 2020.

"Jadi warung atau cafe yang tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, tidak menjaga jarak, tidak pakai masker, kita tutup total," ujar Abituren Akpol 2000 tersebut.

Data di Pemkab Blitar per Selasa (15/9/2020) menunjukkan jumlah akumulatif pasien covid-19 sebanyak 487 orang. Jumlah itu terdiri atas 405 pasien sembuh, 44 sedang diobservasi, sedangkan 38 lainnya meninggal dunia.

"Siapapun yang melanggar aturan protokol kesehatan akan kami tindak. Kami tidak tebang pilih," katanya.

AYO BACA : PILKADA SURABAYA: Menilik Sosok Eri Cahyadi dan Kedekatannya dengan Risma

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar