Ratusan Guru di Surabaya Covid-19, 4 Pasien Meninggal

  Jumat, 21 Agustus 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Ratusan guru di Kota Surabaya dinyatakan Covid-19 usai menjalani tes swab belum lama ini.

Adapun dari jumlah tersebut, empat pengajar di Kota Pahlawan meninggal akibat terpapar penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini.

"Jadi sampai sejauh ini, Pemkot Surabaya sudah melakukan tes swab 3.127 Guru. Kemudian dari 3.127 guru, 137 positif. Terkait kabar yang panjenengan (Anda) tanyakan, hanya empat orang yang meninggal itupun karena komorbit (penyakit bawaan)," ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Jumat (21/8/2020).

Tatap Muka 

Sementara itu, Ketua PGRI Surabaya Sumarto menilai, saat ini waktunya belum tepat untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Untuk rencana tatap muka saat ini untuk Surabaya kurang pas, kemarin juga Bu Wali (Wali Kota Surabaya), memberikan surat edaran ke jajaran pendidikan, mulai 18 Agustus 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengemukakan, beberapa waktu lalu SMK 13 PGRI Surabaya ditunjuk untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Akan tetapi, Sumarto mengatakan ada penolakan terhadap pelaksanaan uji coba tersebut.

"Kemarin ada SMK PGRI 13 Surabaya ditunjuk provinsi untuk uji coba, kebetulan Sekolah PGRI kami tolak karena di Surabaya saat ini tidak mungkin," katanya.

Dia mengemukakan, beberapa hari lalu ditemukan banyak guru di SDN Ngagel 1 serta SDN Bendul Merisi Surabaya yang positif Covid-19.

Menurut informasi yang ada, dua sekolah dasar negeri di Surabaya tersebut kemudian di-lockdown. "Betul, kalau ada guru yang sekolah yang dilockdown. Ada Sekolah di Bendul Merisi dan SD Ngagel, sekolah di-lockdown memang menjadi kebijakan Wali Kota Surabaya."

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar