Pulihkan Ekonomi, Warga Diminta Prioritaskan Produk Nasional

  Selasa, 04 Agustus 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Humas Pemprov Jatim)

SIDOARJO, AYOSURABAYA.COM -- Warga Jawa Timur didorong untuk memprioritaskan produk dalam negeri.

Langkah ini sebagai salah satu strategi konkret pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19.

"Dalam situasi serba sulit seperti ini, kalau bukan kita yang beli lantas siapa. Jangan sampai produk merek asing terus-terusan menguasai pasar dalam negeri. Kita harus bangga buatan Indonesia," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Pabrik Sepeda Polygon di Buduran, Sidoarjo, Senin (3/8/2020).

Ia mengemukakan, mencintai produk buatan Indonesia, harus dimulai dari diri sendiri. Setelahnya, kemudian ditularkan semangat cinta barang-barang Indonesia kepada teman, sahabat, rekan kerja, saudara, melalui media.

"Rekomendasikan jika barang buatan Indonesia tersebut tidak kalah bagus dengan buatan asing," ujarnya seperti dilansir dari Antara dan Republika.co.id.

Khofifah menilai, kualitas produk merek lokal tidak kalah dengan merek asing. Bahkan, produk lokal mampu bersaing di pasar internasional dan eksis hingga kini mulai dari tekstil, makanan, elektronik, hingga komputer.

Khofifah sendiri mengaku hampir semua produk yang digunakan dirinya adalah produk lokal. Dicontohkan Khofifah, pakaian yang digunakannya sehari-sehari kebanyakan adalah batik yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Saya punya banyak koleksi batik dan songket dari berbagai daerah di Indonesia khususnya dari Jawa Timur. Songket Kediri dan Lamongan sangat berkualitas," ujarnya.

Khofifah menyebut UMKM adalah salah satu sektor yang merasakan dampak berat akibat pandemi. Maka dari itu dengan membeli produk lokal maka akan mendorong UMKM untuk tetap berproduksi dan berkembang.

Pemprov Jatim sendiri tengah mendorong agar sektor UMKM bisa segera beradaptasi di era new normal ini mengingat pandemi berdampak pada perubahan segmentasi pasar.

"Kita juga berpacu dengan waktu. Saat ini Pemprov Jatim terus melakukan penguatan-penguatan pondasi agar mereka (UMKM) tidak gagap go online dan mampu bersaing dengan produk-produk dari daerah lain dan luar negeri. Selain stimulus ataupun bantuan permodalan," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan jika pabrik sepeda Polygon ini memiliki pasar ekspor seperti Amerika, Inggris, Jepang, Australia. "Namun selama pandemi ini masih memiliki kendala bahan baku ban dan juga rantai yang masih harus impor," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar