Warga di Surabaya Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19

  Senin, 03 Agustus 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Warga Wonocolo RT 03 RW 05 Kelurahan Jemurwonosari, Surabaya, Jawa Timur, melakukan inovasi dengan membuat "Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19". (Suara.com/Achmad Ali)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Warga Wonocolo RT/RW 03/05, Kelurahan Jemurwonosari, Surabaya berinovasi dengan membuat "Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19".

Meski menyandang status zona merah, kampung ini sengaja diciptakan agar warga Wonocolo terbebas dari virus corona. Berawal dari banyaknya warga yang terpapar hingga ada yang meninggal dunia dengan status PDP, sehingga muncullah ide untuk membuat kampung tersebut.

Ali (38) penggagas "Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19" menjelaskan, ide membuat kampung bertema lalu lintas karena dirinya tidak ingin banyak imbauan yang ditempel di tembok tanpa mengindahkan estetika.

"Saya pilih cara yang simpel atau ringkes dengan mengingatkan warga melalui rambu-rambu covid yang kita pasang di depan pintu masuk kampung," jelas Ali, Minggu (2/8/2020).

Kenapa kampung lalu lintas, tambah Ali, karena ada rambu-rambu Covid-19 yang dibuat warga. Ada tiga rambu-rambu covid yang dipasang di pintu masuk kampung, yakni dilarang masuk tanpa menggunkan masker, hati-hati jaga jarak minimal 1,5 meter, dan dilarang berhenti mematuhi protokol Covid-19.

"Rambu-rambu tersebut untuk mengingatkan warga betapa pentingnya menjaga diri dengan mematuhi protokol covid agar tidak menjadi pasien baru atau menambah daftar pasien rumah sakit," terangnya.

Selain rambu-rambu Covid-19, lanjut Ali, di Kampung Lalu Lintas Steril Covid yang berada di wilayah kampung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini juga dipasang traffic light Covid-19 di depan gang.

"Dari tiga warna traffic light yang memiliki makna masing-masing, kita hanya nyalakan yang warna kuning dengan makna hati-hati. Artinya, hati-hati terhadap covid dan jangan pernah berhenti mematuhi protokol covid di masa pandemi ini," lanjutnya.

Ketua RT 03 RW 05 Ahmad Maruf mengatakan sebagai penggerak aksi sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19, telah dibentuk "Tim Gugur Tugas". Tim ini yang bertugas menegur dan mengingatkan warga agar tetap mematuhi protokol Covid-19.

"Kita juga telah membentuk Tim Gugur Tugas yang dikoordinatori Ahmad Baidowi yang setiap hari bertugas di pos jaga. Kalau ada warga yang tidak mematuhi protokol covid seperti tidak mengenakan masker akan ditegur dan diingatkan," terang Maruf, Minggu (2/8/2020).

"Kita juga telah membentuk Tim Gugur Tugas yang dikoordinatori Ahmad Baidowi yang setiap hari bertugas di pos jaga. Kalau ada warga yang tidak mematuhi protokol covid seperti tidak mengenakan masker akan ditegur dan diingatkan," terang Maruf, Minggu (2/8/2020).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar