21 Nakes di Blitar Covid-19, Ruang Bedah Ditutup

  Kamis, 23 Juli 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi tenaga medis (ayobandung.com)

BLITAR, AYOSURABAYA.COM -- Usai 21 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar dinyatakan positif Covid-19, ruang bedah rumah sakit tersebut ditutup sementara.

Hasil tracing menunjukan transmisi lokal ini bermula dari komunitas sepeda atau gowes para nakes. Nakes yang terkonfirmasi positif diketahui bekerja di ruang bedah, ruang yang berkaitan dengan pelayanan anak serta ruangan Hemodialisa.

"Ini 65 yang kami traccing ketemu 14 orang. Sebelumnya juga ada tujuh ini. Dari tujuh ini, ada satu yang dari kamar operasi sehingga kami melakukan pengembangan tenaga di kamar operasi kita lakukan swab," Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, Rabu (22/7/2020).

RSUD Ngudi Waluyo sudah memiliki alat PCR (Polymerase Chain Reaction) mandiri. Sehingga rumah sakit bisa dengan leluasa melakukan swab mandiri.

Pascatemuan ini, internal rumah sakit menelusuri riwayat kontak yang memungkinkan terjadinya transmisi lokal. Satu ruangan yang saat masih ditraccing ialah ruangan Hemodialisa. Woro meyakini jumlah itu masih bisa bertambah.

"Dengan konfirmasi positif ini justru kami bisa bertindak bahwa yang positif ini segera kita isolasi di ruangan untuk petugas rumah sakit tersendiri, dan kita lakukan penanganan. Kamar operasi kami tutup sementara waktu. Ini untuk operasi yang bersifat elektif atau bisa ditunda. Untuk yang emergency masih bisa kami lakukan di dekat kamar IGD," jelasnya.

Ke-21 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi COVID-19, lanjut Woro, tak memiliki gejala. Nakes tersebut diawasi dan ditangani oleh dokter spesialis yang ditunjuk untuk menangani COVID-19. Mereka juga diisolasi pada ruangan khusus yang sudah disiapkan.

Terkait pelayanan umum, pihak rumah sakit merekrut relawan sebagai pengganti nakes yang harus menjalani isolasi. Selain itu, rumah sakit juga memodifikasi kinerja perawat agar pelayanan tetap berjalan seperti biasa.

"Ini satu ruangan kita tutup kita buat isolasi SDM kita. Tenaga perawatnya kita minta untuk membantu yang hilang isolasi tadi sama proses rekruitmen hari ini," jelasnya.

"Disamping itu tim mereka juga kita ubah bagaimana mereka bisa bekerja sesuai. Dan ruangan ber-AC kita buka pintu dan jendela, agar sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar