Pemuda Lamongan Ini Jadi Yatim Piatu Dalam 2 Hari akibat Corona

  Selasa, 14 Juli 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Noval saat menghadiri acara di pendopo Pemkab Lamongan, Selasa (14/7/2020). [Ist]

LAMONGAN, AYOSURABAYA.COM -- Pemuda asal Kabupaten Lamongan, Noval tak pernah membayangkan akan secepat ini menjadi yatim piatu.

Ia ditinggal ayah dan ibunya yang meninggal karena Covid-19. Untuk diketahui, Noval merupakan putra pasangan dr. Arief Agoestono Hadi, Kepala Puskesmas Mantup, Purnomosasi Prihatin seorang perawat.

Kedua orang tua Noval merupakan tenaga medis yang berdiri di garda terdepan berjuang melawan Covid-19 untuk masyarakat.

Pekan lalu menjadi momen terberat dalam hidup Noval. Betapa tidak, hari kedua orang tuanya meninggal tak terpaut jauh.

Sang ibu meninggal pada, Sabtu (11/7/2020), kemudian disusul sang ayah meninggal keesokan harinya. Kini Noval terpaksa harus tinggal bersama pamannya.

Satu hal yang membuatnya sangat sedih adalah ayah dan ibunya tak bisa melihat dirinya diwisuda. Padahal itu sudah menjadi angan-angannya selama ini.

"Tidak ada pesan apa-apa yang disampaikan ayah maupun ibu sebelum keduanya meninggal dunia," kata Noval di halaman Pendopo Pemkab Lamongan, Selasa (14/7/2020).

"Saya tidak menyangka bisa secepat itu," ucapnya sedih.

Sebelum meninggal, sang ibu diketahui sempat mengeluh sesak nafas. Sedangkan ayah Noval menderita panas dingin.

Keduanya juga sempat mendapat perawatan medis di Lamongan dan dirujuk ke rumah sakit Surabaya sebelum akhirnya menutup mata untuk selama-lamanya.

Kepada masyarakat, Noval meminta agar tidak menjauhi pasien Covid-19.

Menurutnya, para pasien justru harus diberikan semangat untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri agar bisa sembuh dari virus yang telah memakan 3700-an jiwa masyarakat Indonesia tersebut.

Sementara itu, kepergiaan kedua orang tua Noval sempat mendapat perhatian dari Bupati Lamongan Fadeli.

Kepada Noval bupati mengucapkan duka teramat dalam karena ayah dan ibunya yang merupakan tenaga medis.

Keduanya ikut berjuang memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

"Kita berdoa semoga beliau diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutur Fadeli.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar