Karyawan BRI Positif Covid-19, Hasilnya Keluar Sesudah Pasien Meninggal

  Rabu, 08 Juli 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Bank BRI).

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Ada dua karyawan BRI Kanwil Malang yang dinyatakan positif COVID-19.

Hal itu dikonfirmasi Wali Kota Malang Sutiaji. Merespon itu, Pemkot Malang telah meminta kantor BRI ditutup sementara.

Sutiaji mengatakan karyawan tersebut positif COVID-19 setelah melihat hasil tesnya pada Senin (6/7/2020) lalu. Sebelum meninggal dunia, satu karyawan tersebut sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Hasil swab-nya keluar, kondisi pasien sudah meninggal dunia," kata Sutiaji Rabu (8/72020).

Kemudian tim Gugus Tugas atau Satgas COVID-19 Pemkot Malang kata Sutiaji, langsung melakukan test swab terhadap 200 orang karyawan BRI dalam yang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, ada 80 karyawan yang dites dan hasilnya satu karyawan dinyatakan positif.

"Dari 80 (swab) itu, ada 1 yang positif, tapi statusnya Orang Tanpa Gejala (OTG)," kata dia.

Pada test swab gelombang kedua diikuti 120 karyawan. Namun hingga saat ni hasilnya belum keluar. Melihat kondisi tersebut, pihaknya telah menyarankan BRI Kanwil Malang untuk menutup sementara pelayanan.

"Seharusnya sudah ditutup sementara, tapi pihak Kanwil memastikan pelayanan dipindah di gedung sebelah," ujarnya.

Ia kemudian mengimbau warga yang merasa kontak erat dengan pasien positif COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri.

"Saya imbau kalau ada yang kontak erat, segera melakukan isolasi mandiri," pungkasnya.

Terpisah, Humas Kanwil BRI Malang Rahman Arif melalui keterangan tertulisnya menyatakan telah mengambil langkah antisipatif dengan melakukan koordinasi bersama rumah sakit rujukan COVID-19 yang ditunjuk pemerintah.

Lalu melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan karyawan yang terindikasi juga dilakukan.

“Kami juga tengah melakukan tracing atas aktivitas dan kontak yang dilakukan oleh pekerja terpapar untuk memutus mata rantai dan mencegah penularan di sekitar,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut dia, pelayanan kepada nasabah bisa terus berjalan normal dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Sebagai alternate site, pelayanan dan operasional dipindahkan ke gedung baru yang terletak di alamat yang sama,” ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar