Tolak Tambahan Anggaran Pilkada, DPRD: Pemkot Surabaya Tak Serius

  Jumat, 26 Juni 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi-pilkada-serentak. (istimewa)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- KPU Surabaya mengakui bahwa pengajuan tambahan anggaran Pilkada senilai Rp12 miliar untuk kebutuhan APD ditolak pemkot.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya berharap usulan tambahan anggaran untuk alat pelindung diri (APD) tersebut bisa diterima KPU RI.

"Mudah-mudahan bisa disetujui dari sumber APBN," kata Nur Syamsi seperti dilansir dari Antara dan Republika.co.id.

Terkait dengan persiapan, tahapan, instrumen SDM-nya dan anggaran dalam pilkada, Nur Syamsi mengatakan bahwa pihaknya sejak 15 Juni 2020 melakukan tahapan lanjutan dalam rangka menyiapkan dan mengonsolidasi seluruh tahapan dan SDM.

Sementara itu, Anggota Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan bahwa penolakan pengajuan anggaran Pilkada 2020 merupakan bukti ketidakseriusan Pemkot Surabaya mendukung KPU dalam pilkada.

"Ditolaknya karena satu tafsir dalam pasal yang mungkin saja tidak dibaca secara utuh oleh pemkot. Padahal, peraturan itu bersifat antara pasal satu dengan yang lain saling berkaitan, tidak bisa ditafsirkan satu pasal tidak memperbolehkan," ujarnya.

Menurut dia, penambahan anggaran pilkada di tengah pandemi Covid-19 ujungnya adalah menyelamatkan warga Surabaya dari potensi terinfeksi virus corona karena pilkada digelar pada masa pandemi.

Dengan kekuatan APBD Surabaya sebesar Rp10 triliun, kata Arif, pemkot setempat cukup mampu menyediakan tambahan anggaran kepada warganya yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar