PSBB Tahap III Libatkan Partisipasi Warga Surabaya Raya

  Selasa, 26 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bunderan Waru atau perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (28/4/2020). (CCTV Dishub Surabaya)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo diperpanjang dua pekan. 

Tepatnya mulai 26 Mei hingga 8 Juni 2020. Keputusan perpanjangan PSBB tersebut diambil berdasarkan rapat evaluasi yang dilakukan. Dimana belum terlihat adanya penurunan grafik penambahan pasien positif Covid-19 di ketiga daerah dimaksud.

Sekda Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Zaini mengatakan, pada PSBB tahap III, pihaknya akan melakukan beberapa poin pada peraturan bupati (Perbup). Perubahan Perbup tersebut dimaksudkan untuk memperkecil transmisi Covid-19, baik lokal maupun antar daerah yakni dengan melibatkan masyarakat di tingkat desa, hingga tingkat RT/ RW.

"Jadi yang pertama adalah pemberdayaan di tingkat desa, RT, RW dalam kaitannya untuk penurunan transmisi dari luar maupun lokal," ujar Ahmad, Selasa (26/5/2020).

Selanjutnya, kata Ahmad, Pemkab Sidoarjo akan memperbanyak pembentukan Kampung Tangguh. Pembentukan Kampung Tangguh, kata Ahmad sudah dimasukkan ke dalam revisi Peraturan Bupati sebagai payung hukum pelaksanaan PSBB tahap III. Fokusnya, kata Ahmad, untuk desa-desa yang saat ini masuk zona merah Covid-19.

"Kami akan lebih fokus untuk pemberdayaan yang ada di masing-masing desa, khususnya yang saat ini sudah zona merah. Sudah cukup banyak di Sidoarjo," ujar Ahmad.

Di Surabaya, pada PSBB tahap III juga fokus pada pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. Salah satunya, Pemkot Surabaya juga telah membentuk kampung tangguh yang disebut Kampung Wani Jogo Suroboyo.

Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto menyatakan, gerakan Kampung Wani Jogo Suroboyo semuanya berbasis masyarakat atau warga. Menurutnya, pelibatan warga harus dilakukan secara maksimal dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Maka dari itu, kata dia, Satgas Penanganan Covid-19 harus diimplimintasikan hingga ke tingkat RW atau kampung.

“Kami sengaja memberi nama Kampung Wani Jogo Suroboyo karena sesuai dengan karakter arek-arek Suroboyo yang memiliki karakter wani (berani), wani sak sembarange,” ujar Eddy.

Eddy juga menjelaskan struktur Kampung Wani Jogo Suroboyo yang baru dibentuk. Nantinya, akan ada empat Satgas yang tugasnya berbeda-beda. Yaitu Satgas Wani Sehat, Satgas Wani Sejahtera, Satgas Wani Jogo, dan Satgas Wani Ngandani.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar