PSBB Surabaya Tahap III Diharapkan Lebih Efektif

  Selasa, 26 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Petugas melakukan pengetatan pengendara yang akan melalui perbatasan Surabaya-Sidoarjo, tepatnya di Perumahan Pondok Tjandra Indah. [Suara.com/Dimas Angga]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB tahap III di Surabaya diharapkan mampu mengendalikan penyebaran virus corona.

Untuk diketahui, PSBB tahap ketiga dimulai sejak 26 Mei hingga 8 Juni 2020.

"PSBB Surabaya tahap III harus dijalankan berbekal analisa dan evaluasi detail mendalam PSBB tahap I dan II," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti di Surabaya, Selasa (26/5/2020).

PSBB tahap III ini tertuang melalui keputusan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Nomor 188.258/013/KPTS/2020 tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan PSBB di Wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Berdasar data Pemkot Surabaya per 24 Mei 2020, jumlah positif Covid-19 sebanyak 1.975 orang sembuh 175 orang, meninggal 172 orang. Kota Surabaya terbanyak se-Jawa Timur. Sekitar 50 persen positif Covid-19 Jawa Timur itu dari Surabaya.

Menurutnya, kurang efektifnya PSBB Tahap I dan II dalam pelaksanaan menjadi bahasan panjang warga Surabaya khususnya di grup-grup media sosial. Tentunya, lanjut dia, pendapat dan saran warga dari berbagai elemen masyarakat perlu diperhatikan.

"Tidak salah jika banyak warga yang meragukan apa bisa PSBB III nanti lebih baik, apa bedanya dengan PSBB I dan II ? apa tidak makin susah perekonomian warga?," katanya seperti dilansir dari Republika.co.id dan Antara.

Reni mengatakan, PSBB III sudah diputuskan melalui Keputusan Gubernur, peraturan perundang-undangan pun masih berlaku mulai PP 21 Tahun 2020, Permenkes 9 Tahun 2020, Pergub 18 Tahun 2020, Perwali 16 Tahun 2020. Artinya PSBB secara aturan masih ada dan belum ada aturan yang merelaksasi.

Untuk itu, kata dia, PSBB Surabaya Tahap III harus dijalankan berbekal analisa dan evaluasi detail mendalam PSBB I dan II. Jika implementasinya PSBB III tidak berbeda dengan PSBB I dan II, maka dikhawatirkan warga akan apatis dan akhirnya cuek.

"Tentu ini akan menjadi kendala penanganan COVID-19 karena keterlibatan dan disiplin warga merupakan faktor yang sangat penting. Hakekatnya warga akan manut jika ada edukasi, pengayoman dan penegakan yang jelas dan konsisten," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar