24 Warga Reaktif Covid-19, Perumahan di Jember Berlakukan PSBB Terbatas

  Selasa, 26 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi rapid test Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JEMBER, AYOSURABAYA.COM — Sebanyak 24 warga Perumahan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember reaktif terhadap rapid test. 

Lantaran itu, warga perumahan berinisiasi menerapkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terbatas.

“Kami menerima para tamu dengan selektif, dan para ojol (ojek online) hanya sampai portal depan perumahan,” kata Koordinator Keamanan Forum RW Budi Utomo seperti dilansir Beritajatim.com-jaringan Suara.com, Senin kemarin (25/5/2020).

Perumahan Mastrip dihuni kurang lebih seribu orang warga yang tersebar di empat rukun warga, semula berencana menutup portal perumahan oleh Forum RW dan hanya akan dibuka 10 menit setiap dua jam untuk suplai logistik.

Tetapi keinginan tersebut menimbulkan pro-kontra, apalagi saat pagi aktivitas warga lebih banyak.

“Karena banyak yang komplain, akhirnya kami evaluasi, dan akhirnya ditentukan peraturan yang baru,” kata Budi.

Dalam peraturan baru disepakati, warga luar hanya diberikan waktu 30 menit untuk datang dan berkunjung. Salah satu pengurus RW yang engga disebutkan namanya mengatakan, tak mungkin pihaknya melakukan ‘lockdown’.

“Pemerintah daerah tidak me-lockdown, tapi kami lockdown kan ya lucu. Ya ini PSBB terbatas,” katanya.

Menurutnya, pembatasan sosial sebenarnya direncanakan mulai berlaku Selasa, (26/5/2020). Namun hal tersebut belum bisa dilaksanakan lantaran kekurang sumber daya manusia untuk keamanan

“Tapi karena persiapan masih kurang, mungkin akan diundur jadwalnya. Kami kekurangan tenaga sumber daya manusia, mencari satpam yang benar-benar profesional. Bukan hanya sekadar jaga. Minggu depanlah mungkin baru bisa jalan,” katanya.

Namun secara umum kondisi Perumahan Mastrip saat ini kondusif. Tidak ada kecemasan berlebihan pada warga, setelah dilakukannya tes rapid massal terhadap 46 orang warga setempat.

Masjid Syuhada juga ditutup sementara dan tidak beraktivitas. Salah satu pasien terkonfirmasi positif yang merupakan bagian dari klaster Gowa memang diketahui sering salat berjamaah di masjid perumahan itu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar