Walkot Ancam Cabut Izin Mal yang Buka Saat PSBB Malang

  Senin, 18 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Wali Kota Malang Sutiaji. [Suara.com/Aziz Ramadani]

MALANG, AYOSURABAYA.COM — Mal yang tetap buka saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terancam dicabut izinnya oleh Wali Kota Malang Sutiaji.

Ancaman itu terutama ditunjukkan pada tempat yang menjual selain bahan pokok dan makanan.

"Tindakan tegasnya kalau bandel, ada teguran tertulis. Setelah itu, ada rekomendasi untuk pencabutan izin," kata Sutiaji kepada wartawan di Balai Kota Malang, Senin (18/5/2020).

Sebelumnya, Sutiaji menemukan dua pusat perbelanjaan yang sempat beroperasi pada pelaksanaan PSBB Kota Malang. Tempat belanja Ramayana dan Trend ini berada di sekitar Alun-alun Kota Malang. Kini, Sutiaji mengklaim, kedua mal telah tutup sementara sejak teguran disampaikan.

"Kalau Matos (Malang Town Square) dan MOG (Mal Olympic Garden) bukanya yang jual makanan," ujarnya.

Sesuai aturan Perwali Nomor 17 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB, operasi seluruh fasilitas umum dibatasi atau ditutup sementara. Namun, aturan itu tidak berlaku pada supermarket, minimarket, pasar, tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis. Lalu kebutuhan pangan, bahan bakar minyak, gas dan energi.

Sutiaji mengklaim, pihaknya telah melakukan sosialisasi aturan PSBB kepada khalayak. Hal itu termasuk pada pusat-pusat perbelanjaan sebelum PSBB dilaksanakan.

Totak terdapat 27 kasus positif Covid-19 di Kota Malang per Senin (18/5). Sekitar 12 di antaranya sudah sembuh sedangkan lainnya masih dalam perawatan. Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 216 orang sedangkan Orang dalam Pemantauan (ODP) sekitar 838 jiwa.

Kota Malang bersama Kota Batu dan Kabupaten Malang telah menerapkan PSBB sejak Ahad (17/5). Kebijakan itu rencananya akan berlangsung sanksi 30 Mei 2020. Dengan adanya upaya tersebut diharapkan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Malang dapat dihentikan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar