Waspada, Sejumlah ABG di Kediri Jadi Begal Pantat Wanita Saat Ngabuburit

  Senin, 04 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi pelecehan seksual. (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)

KEDIRI, AYOSURABAYA.COM — Wanita yang tengah ngabuburit di Kabupaten Kediri mengaku jadi korban begal pantat.

Peristiwa pelecehan seksual di jalanan ini menjadi konsumsi warganet setelah diunggah pada grup Instagram Infokediriraya.

Perempuan tersebut menuliskan peristiwa yang dialaminya di seputaran Jembatan Wijaya Kusuma Kabupaten Kediri dengan judul Curhatan Netizen ‘Jadi Korban Pelecehan Seksual di Jalanan’.

Dia berkisah, sore hari menjelang magrib korban bersepeda bersama temannya. Setelah melewati Jembatan Wijaya Kusuma dari arah Kecamatan Ngadiluwih menuju ke Kecamatan Mojo, tiba-tiba ada dua orang pria memegang pantatnya dari belakang.

“Min aku niat ngabuburit pedahan karo kancaku nek jembatan wijaya kusuma. La pas ndek taman arah nang mojo iku. enek wong rodok dewasa lah numpak motor vario goncengan. Iku ujuk-ujuk ndemek bok*ngku t min. (baca : Min aku berniat ngabuburit naik sepeda dengan teman di Jembaan Wijaya Kusuma pas di taman arah ke Kecamatan Mojo. Ada orang agak dewasan naik sepeda motor Vario berboncengan, tiba tiba memegang pantatku),” tulisnya seperti dikutip dari Beritajatim.com dan Suara.com,Minggu (3/5/2020).

Tidak lama kemudian, ada seorang laki-laki yang masih berusia anak-anak melakukan hal serupa.

Remaja tersebut menaiki sepeda motor dari arah belakang korban langsung memegang bagian pantat korban.

Kedua pelaku langsung kabur ke arah barat (Kecamatan Mojo). Sementara korban hanya bisa berteriak-teriak. Namun tidak ada orang yang melintas.

“Jek gung enek 10 menit yo didemek neh karo wong bedo dee jek cah ciliklah. numpak motor vario. Aku arep nguber yo gak iso min. Pas aku bengak-bengok nek kono ra enek wong liwat. Jan ndredek aku sek an min sampek sak iki. (baca : Tidak berselang 10 menit pantat saya dipegang lagi oleh orang yang berbeda, tetapi masih anak-anak naik motor Mio aku mau nguber yang tidak bisa, pas aku berteriak-teriak tidak ada yang lewat)."

Curhatan netizenini diunggah pada grup IG Infokediriraya dengan narasi : Waspada buat cewek yang sedang keluar di jalanan. #infokediriraya#kediri.

Unggahan itu mendapat banyak likewarganet dan 77 komentar. Namun, mayoritas mengomentari secara negatif terhadap korban.

Mereka menyangkan aktivitas di luar rumah di tengah pandemi virus corona yang dilakukan oleh korban hingga berujung terjadinya pelecehan seksual.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Muklason yang dikonfirmasi meragukan kejadian tersebut. Kendati demikian, pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan patroli keliling di seputaran Jembatan Wijaya Kusuma menjelang magrib.

Selain mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas, petugas juga menyampaikan imbauan physical distancing dan pemakaian masker.

“Jam berapa kejadiannya. Jangan-jangan hoaks. Saya jam 16.00 WIB sudah ada di Taman Jembatan Wijaya Kusuma,” ungkap AKP Muklason.

Mantan Kasubbag Humas Polres Kediri ini mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya netizen yang curhat menjadi korban pelecehan seksual di seputaran Jembatan Wijaya Kusuma agar mentaati anjuran pemerintah untukstay at homedi tengah pandemi COVID-19 yang semakin meluas ini.

“Sampaikan pesan kepada dia (korban) agar di rumah saja, jangan keluyuran,” pesan Kapolsek bernada tinggi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar