Obat Corona Ciptaan Unair Tengah Diuji Praklinik

  Rabu, 22 April 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Peneliti Universitas Airlangga (Unair) menemukan lima senyawa baru yang diproyeksikan sebagai obat penghambat enzim Covid-19 yang disebabkan virus corona.

Dari lima senyawa baru yang ditemukan, tiga senyawa diantaranya berhasil disintesiskan atau telah siap digunakan sebagai obat pengembangan baru (OPB) untuk Covid-19 guna melewati uji praklinik dan uji klinik.

Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati Unair, Prof Dr NI Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan tiga senyawa ini akan dilakukan uji praklinik di laboratorium farmasi.

"Karena senyawa ini kan baru beda dengan Avigan dan Chloroquine itu kan obat yang sudah beredar. Ini senyawa baru sehingga tidak bisa langsung dipakai obat jadi harus uji praklinik dulu," katanya, Selasa (21/4/2020).

"Dalam uji praklinik ini dilakukan uji toxicsitas, jadi ini dicobakan di sel normal. Bahaya atau nggak untuk dikonsumsi. Jadi gak boleh kebalikannya malah jadi racun," tambahnya seperti dilansir dari Jatimnow.com dan Republika.co.id.

Wakil rektor I Unair itu menjelaskan senyawa baru ini dibuat secara sintesis dengan reaksi kimia biasa bukan dari herbal. Namun desain senyawa tersebut melihat hibrid antara herbal dan sintesis kimia, supaya aman.

"Jadi dari lima sudah dapat tiga, nanti uji praklinik nya nantinya ini mengalir saja. Jika sudah jadi tiga ya tiga itu di cek. Jika duanya sudah selesai ya diujikan," ujarnya.

Berapa lama proses pengujian pra-klinik dari lima senyawa baru yang ditemukan itu, Nyoman mengatakan paling cepat selama satu tahun.

"Tim Farmasi bilang sih paling cepat satu tahun, karena sampai sekarang vaksin juga masih trial jadi masih uji di relawan.  Itu pun ada fase satu fase dua jadi masih dilihat seperti apa reaksinya jadi dilihat dulu," paparnya.

Nyoman mengatakan senyawa baru tersebut diproyeksikan sebagai penghambat enzim yang biasanya digunakan Virus Corona untuk berkembang biak atau menumbuhkan virus baru.

"Senyawa ini sebagai obat penghambat enzim Main Protease yang dimiliki virus untuk mereplikasi dirinya untuk membentuk virus lagi. Jadi jika enzim ini bisa diblok atau ada obat yang menghambat itu," ungkapnya.

Ia menjabarkan setelah uji praklinik ini selesai, maka senyawa itu akan diujikan secara klinik dengan diujicobakan kepada pasien Covid-19.

Sementara itu, Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengumumkan telah menemukan lima jenis senyawa yang diduga bisa menjadi obat Covid-19.

Senyawa ini bahkan memiliki daya ikat yang lebih kuat dibanding Avigan dan Chloroquine yang hingga saat ini masih dipercaya menjadi obat pasien yang terinfeksi Virus Corona.

"Saat ini kami sudah memperoleh lima senyawa yang menurut hasil riset Insya Allah lebih kuat ikatannya dibandingkan dengan Chloroquine untuk penanganan Covid-19. Tapi tidak bisa langsung memproses karena masih ada dua tahapan yang harus dilakukan dengan baik," ujar Nasih.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar