Saat Corona Muncikari Jual 600 Wanita di Medsos: Paling Mahal Rp25 Juta

  Selasa, 14 April 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi (Suara.com/Achmad Ali)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Polrestabes Surabaya membongkar kasus prostitusi online melalui media sosial Facebook. 

Dalam akun pelaku, sang muncikari menjual sebanyak 600 perempuan. Hal itu diungkap Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Heru Purwanto.

Iwan menyebutkan ratusan perempuan yang hendak diperdagangkan tersebut dikelola oleh tiga orang muncikari. Ketiga pelaku bernama Lisa Semampow (48) warga Sidoarjo yang berperan sebagai muncikari utama alias Mami, Kusmanto (39) warga Semarang, dan Dewi Kumala (44) warga Wiyung Surabaya.

"Unit Jatanras Polrestabes Surabaya mengungkap kejahatan perdagangan orang. Penangkapan ini berawal dari pengungkapan di Semarang," ujar Iwan dalam keterangan persnya, Selasa (14/4/2020).

Ketiga tersangka ini mempromosikannya lewat media sosial Facebook. Praktik ini telah melibatkan sebanyak 600 perempuan untuk ditawarkan ke para lelaki hidung belang.

"Ketiga muncikari ini memposting foto korban di grup Facebook yang mereka kelola. Di grup tersebut akan ada pria hidung belang yang memilih dan kemudian lanjut ke proses transaksi pembayaran sekaligus perjanjian pemesanan," jelasnya.

Perjanjian yang dilakukan berlanjut ke aplikasi chatting WhatsApp untuk mentukan kecocokan harga dari wanita yang akan dipesan. Dalam penawarannya harga yang dipatok pun mencapai selangit, yakni sebesar Rp 25 Juta.

"Bergantung apa yang diinginkan oleh pemesan, tarifnya mulai dari angka Rp 1 Juta sampai Rp 25 Juta. Kalau transaksi cocok," kata Iwan.

Bisnis prostitusi yang dilakukan secara online ini, bisa melayani antarkota. Stok perempuan yang dijajakan pun berasal dari berbagai kota mulai Surabaya, Semarang, Jakarta, bahkan Medan. Sementara yang tertangkap di salah satu hotel di Surabaya, muncikari mendapatkan penawaran harga sebesar Rp 10 juta oleh pria hidung belang dengan dua PSK.

"Untuk pembayaraan atas bookingan tersebut dilakukan secara langsung/tunai di loby hotel senilai Rp 10 juta. Setiap anak buah tersangka LS yaitu korban, FN dan VN masing-masing diberikan pembayaran booking oleh tersangka LS Rp 2,5 juta," paparnya.

"Sementara dari perbuatan memucarikan korban FN dan NV, hasil keuntungan yang didapat tersangka LS sebesar Rp5 juta," imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan terhadap ketiga muncikari, sebanyak 600 perempuan yang jadi korban tindak pidana perdagangan orang ini disebut memiliki berbagai latar belakang dan profesi yang berbeda.

"Ada macam-macam ya, mulai dari mahasiswi, SPG, freelance sampai ada yang sebagai pekerja kantor. Kami amankan pula foto-foto ini. Foto-foto ini adalah sarana untuk memasarkan, menarik pelanggabnya. Ada 600 foto," ungkapnya.

Setelah ketiganya ditangkap, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tiga tersangka ini dijerat Pasal 2 UURI No. 21 Tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 KUHP dan atau 506 KUHP.

"Ketiga pelaku akan di pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidanan denda paling sedikit 120 juta dan paling banyak 600 juta," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar