Tenaga Medis di Mojokerto Jadi Perbincangan: Salat Pakai APD

  Jumat, 10 April 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Tenaga medis di Mojokerto salah pakai alat pelindung diri (Istimewa)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM — Tenaga medis di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto viral di media sosial.

Ia diperbincangkan Lantaran salat memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Kejadian ini terekam dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Ida Sulaiman pada, Selasa (7/4/2020).

Dalam video tersebut, seorang tenaga medis terlihat memakai APD lengkap. Ia memakai baju hazmat, masker, sarung tangan, sepatu boots hingga pelindung muka.

Tenaga medis itu duduk di sebuah kursi. Ia tampak melakukan gerakan salat dengan mengangkat kedua tangan.

Sementara itu, ada petugas medis lain di dekat sana yang tampak sibuk.

Ida Sulaiman yang mengunggah video menulis narasi sebagai berikut.

"Tetap semangat kawan kawanku, tetap menjadi pelayan masyarakat, semoga Covid-19 segera berlalu. amin #senantiasamendekatpada sang pemberi hidup #rsudewahidinsudirohusodokotamojokerto #ruangisolasicovd19," tulisnya seperti dilansir dari Beritajatim.com dan Suara.com, Kamis (9/4/2020).

Tertulis label RSU. DR. Wahidin Sudiro Husodo dalam video yang viral itu.

Warganet lain pun memberikan semangat kepada para tenaga medis yang bertugas di sana.

"Mantab tidak lupa dengan kewajiban," komentar Saiful Hadi.

"Sehat selalu nggih teman-teman," tulis Yunika Nurtyas.

"Kayak lemes gitu,semangat tuk para medis," tulis Kurnia Saumiah.

Ketua tim RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Andi wijayanto membenarkan video tersebut merupakan tenaga medis di RSU dr Wahidin Sudiro Husodo.

Andi menjelaskan, "Kalau di ruang isolasi khusus wajib memakai APD secara lengkap. Face Shield (Pelindung Wajah), masker N95," katanya Rabu (8/4/2020).

Ia mengatakan jika kondisi terpaksa memang sholat harus dilakukan di dalam ruang isolasi dengan menggunakan APD. Sebab, di ruang isolasi para petugas diwajibkan memakai APD.

Namun untuk kebutuhan makan dan buang air kecil dan besar, APD harus dilepas.

"Ya karena kondisi terpaksa. Kalau tidak terpaksa ya mungkin melakukan sholat ya tetap memakai APD. Makan ya otomatis dilepas, untuk buang air ya dilepas juga," kata dr Andi.

Dokter spesialis paru ini menambahkan, "Memang agak ribet memakai itu tapi sebagai prosedur yang harus memakai itu harus dijalani".

Terdapat 13 tenaga medis yang bertugas di ruang isolasi RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Ruangan ini digunakan untuk penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto.

Sebanyak 13 tenaga medis tersebut berbagi dalam beberapa shift dalam setiap harinya.

 

 

 

 

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar