Antisipasi Antraks, Jatim Optimalkan Pos Pemeriksaan Ternak

  Selasa, 21 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi ternak sapi (Antara/Aloysius Jarot Nugroho).

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Jatim tengah mengoptimalkan pos pemeriksaan hewan di wilayah perbatasan guna mengantisipasi masuknya ternak terjangkit antraks.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Wemi Niamawardi mengungkapkan hal itu dilakukan menyusul ditemukannya hewan yang terjangkit bakteri antraks di Gunung Kidul, DIY.

AYO BACA : Kejaksaan Bantah Pelajar Bunuh Begal Didakwa Seumur Hidup

"Kota mengoptimalkan pos pemeriksaan hewan di perbatasan untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas ternak antar provinsi," ujar Wemi dikonfirmasi Selasa (21/1/2020).

Wemi mengatakan, upaya lain yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di Jatim. Wemi mengungkapkan, Jatim mempunyai 127 Puskeswan yang tersebar di beberapa kabupaten/ kota, dan melakukan pelayanan kesehatan hewan hingga tingkat kecamatan dan pedesaan.

AYO BACA : Pelajar Bunuh Begal, Guru Bersaksi: Pisau untuk Garap Tugas

"Bila ada ternak sakit segera melaporkan kepada petugas dan ketika kematian ternak segera melaporkan kepada petugas. Kemudian ternak mati tidak boleh dipotong," ujar Wemi.

Wemi mengaku, Pemprov Jatim juga mengimbau untuk mengoptimalkan laboratorium kesehatan hewan. Menurutnya, ada tiga laboratorium di Jatim, yakni di Malang, Tuban, dan Madura. Petugas di laboratorium bertukas melakukan pengawasan penyidikan penyakit melalui pengambilan sampel untuk dilakukan pengujian.

"Kabupaten/ kota juga mempunyai laboratorim. Mereka juga rutin melakukan pemeriksan kesehatan hewan. Jadi akan bisa diantisipasi (jika antraks masuk ke Jatim)," kata Wemi.

Wemi melanjutkan, di 38 kabupaten/ kota di Jatim juga terdapat Dinas Peternakan, yang memiliki petugas teknis di tingkat kecamatan, yakni paramedik veteriner. Ada sekitar 970 peyugas di Seluruh Jawa Timur yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan hewan dan penyuluhan.

Sebelumnya, Pemkab Gunung Kidul, DIY, mengisolasi hewan ternak dari Kecamatan Ponjong dan Rongkop guna mengantisipasi penyebaran kasus antraks. Pencegahan hewan ternak keluar dari Kecamatan Ponjong dan Rongkop untuk mencegah bakteri antraks keluar dari dua wilayah yang disinyalir menjadi endemik penyakit tersebut.

AYO BACA : Anggota DPD RI Ngaku Raja Majapahit Cabang Bali

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar