Keji, Kakek di Sumenep Perkosa Siswi SMP hingga Hamil

  Senin, 20 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi pencabulan (Istimewa)

SUMENEP, AYOSURABAYA.COM -- Miris, YU (13) siswi SMP warga Kecamatan Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep menjadi korban pemerkosaan Abdul Latif yang merupakan tetangganya sendiri.

“Korban diperkosa oleh pelaku sekitar November 2019 di semak-semak tanah tegalan milik pelaku,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Minggu (19/01/2020).

Peristiwa memilukan itu terungkap saat ibu korban curiga melihat perubahan fisik dan tingkah laku anaknya yang masih duduk di kelas 1 SMP. Belakangan ini, YU terlihat lebih kurus, sering murung dan pendiam. Awalnya, sang ibu korban mengira anaknya sedang sakit.

AYO BACA : Anak Kiai Pelaku Pencabulan di Jombang Terancam Dijemput Paksa

Sampai kemudian bidan desa setempat menyampaikan bahwa YU hamil berdasarkan tes urine yang dilakukan bidan desa tersebut. Namun orang tua korban tidak percaya, dan mendatangi bidan lainnya.

“Ternyata bidan lainnya ini juga mengatakan hal yang sama. Korban hamil dua bulan,” ucap Widiarti sebagaimana dilansir Beritajatim.com dan Suara.com, Senin (20/1/2020).

Mendengar keterangan itu, orang tua korban merasa tidak percaya dan syok. Akhirnya mereka menanyakan langsung kepada YU, bagaimana kejadian sebenarnya.

AYO BACA : Hari Libur, Risma Kerja Bakti dan Tinjau Rumah Pompa

“Korban kemudian menceritakan pada orang tuanya, kalau dia dipaksa melakukan hubungan intim oleh pelaku, di semak-semak sekitar jam satu siang," ujar Widiarti.

Tak terima mendengar cerita anaknya, orang tua korban lantas melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Sepanjang. Hingga kemudian kepala desa kemudian memanggil Abd Latif ke Balai Desa.

Di hadapan para perangkat desa, pria yang lebih pantas menjadi kakek korban itu akhirnya mengakui perbuatan bejatnya.

“Orang tua korban kemudian melaporkan ke Polsek Sapeken, dan pelaku pun langsung diamankan,” kata Widiarti.

Dalam kejadian itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sebuah kerudung warna hitam polos. Sebuah kaos lengan panjang warna abu-abu kombinasi garis–garis warna hitam dan terdapat kancing pada bagian tengah warna hitam, sebuah celana training panjang berbahan katun warna abu–abu kombinasi biru, sebuah rok panjang warna merah motif bola warna hijau, dan sebuah celana dalam warna putih motif gambar kulit macan tutul.

“Tersangka ditahan di Polsek Sapeken, dijerat pasal 81, 82 UU RI no. 17 th 2017 atas perubahan UU RI no. 35 th 2014, tentang perlindungan anak, yakni telah melakukan tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak,” terang Widiarti.

AYO BACA : Perkosa 21 Anak, Hasan Dijuluki Reynhard Sinaga Tulungagung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar