Rumah Milik Sekuriti di Surabaya Bayar Tagihan Air Semahal Kampus

  Sabtu, 07 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Air (Istimewa)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya diduga telah melakukan kesalahan mengklasifikasi rumah pelanggan.

Akibat kesalahan klasifikasi perusahaan milik Pemkot Surabaya ini, rumah berukuran 6 x 12 m2, dengan lebar jalan yang tidak lebih dari 3 m dimasukkan dalam kategori kode tarif 3C. Hal itu diungkapkan oleh Muhyidin (64), Sabtu (7/12/2019) bahwa klasifikasi rumahnya itu salah, sehingga dirinya harus membayar tagihan air cukup mahal.

"Kalau dilihat sebenarnya rumah saya masuk di kategori kode tarif 3A. Ini kok sekarang jadi 3C, jadi semakin mahal," ujar lelaki yang bekerja sebagai sekuriti di toko bunga itu.

 

AYO BACA : Polda Jatim Razia Gudang Pembuatan Senjata Ilegal

Rumah-salah-klasifikasi-tagihan-air

Rumah milik Muhyidin, yang terletak di gang kecil, harus membayar tagihan air PDAM sekelas universitas swasta .

 

Untuk jenis klasifikasi 3C sendiri, disamakan dengan gedung sekolah swasta, pasar tradisional, usaha kos besar lebih dari 5 kamar, perguruan tinggi akreditasi A, ruko dengan lebar jalan 9 m, rumah jalan protokol/utama, daya listrik terpasang 4.400 V, harga rumah lebih Rp 500 juta, atau luas bangunan lebih 300 m.

AYO BACA : Cabuli Belasan Siswa, Polisi Ringkus Guru Honorer di Malang

Selain harga yang tinggi, Muhyidin kerap kali dibingungkan oleh informasi tagihan online, khususnya kode-kode yang ada di selembar tagihan itu.

"Di lembaran tagihan, ada kode 3C 2, saya tidak paham dengan 3C 2, karena di daftar tidak ada kode 3C 2. Tidak ada sosialisasi dari PDAM, ini pun saya cari info menyuruh anak saya melalui internet," imbuhnya.

Untuk masuk ke rumah yang beralamatkan Dukuh Pakis Gang VI A no. 36 C ini, wartawan harus memasuki beberapa gang kecil, yang lebarnya kurang dari 3 m, sehingga bila berpapasan dengan motor lain, salah satu motor harus berhenti.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Surya Swasembada, Mujiaman, mengatakan, agar pelanggan melaporkan perihal ini kepada dirinya.

"Nanti bisa dikirim ke saya tagihannya, kami akan cek lagi," ujarnya.

AYO BACA : Daftar Korban Bus Rombongan Guru TK yang Masuk Jurang di Blitar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar