Rumah Tangga Bubar, Dina Rela Cerai Demi Buah Hati

  Kamis, 05 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Dina Oktavia bersama ibu dan buah hatinya saat disambangi di Rusunawa. [Suara.com/Achmad Ali]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Rumah tangga Dina Oktavia (21) dengan suaminya Muhammad Abdul Aziz (23) terancam bubar.

Dina saat ini tengah mengajukan perceraian demi merawat sang anak. Sejak anak semata wayangnya lahir lima bulan lalu, kisah rumah tangga Dina mengalami perubahan. Perilaku Muhammad Abdul Aziz tiba-tiba berubah ketika tahu kondisi anaknya lahir tidak sempurna.

Pandhu, buah hasil pernikahan Dina dan Muhammad menderita Facial Cleft Hydrocephalus Myelomeningocele atau kelainan pada bagian kepala.

Diceritakan Dina, karena alasan itulah suaminya meninggalkannya. Bahkan, mertua pun tak mau mengganggap buah pernikahannya dengan Abdul Aziz sebagai cucu.

AYO BACA : Kejaksaan Tangkap Terpidana Korupsi Eks Kepala BPN Surabaya

"Untuk itu saya memilih bercerai. Saya sudah bilang sama suami, hubungan rumah tangga ini tidak bisa lagi diteruskan," kata Dina.

Saat ini, proses perceraian masih terhenti. Dina tengah sibuk mengurus anaknya bolak-balik periksa kesehatan ke rumah sakit sejak pindah ke Rusunawa Gunungsari, Surabaya.

"Saya memilih berpisah dengan suami karena memang sudah tidak bagus untuk diteruskan. Biarkan saya merawat anak saya sendiri," ujarnya.

Kekinian, Dina memilih fokus untuk membesarkan anaknya. Demi masa depan Pandhu, Dina akan melakukan berbagai cara untuk bisa menyambung hidup.

AYO BACA : Tilang Elektronik di Surabaya Akan Beroperasi 24 Jam Nonstop

"Nantinya saya akan buka usaha kecil-kecilan untuk menyambung hidup dan demi kebahagiaan anak," harap Dina.

Sebelumnya, Dina mengaku sering menyalahkan diri sendiri karena kondisi anaknya yang terlahir hidrosefalus.

"Saya syok. Saya menyalahkan diri saya. Saya nggak tega dan nangis melihat anak saya," cerita sambil mengusap air matanya.

Dina bahkan berharap, dirinya bisa menggantikan penderitaan buah hatinya. Dina tidak rela jika kebahagiaan masa kecil anaknya hilang karena kondisi yang tidak sempurna.

"Saya nggak bisa berkata apa-apa. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kenapa bukan saya yang mengalaminya. Yang saya pikir, bagaimana besarnya nanti," katanya.

Penderitaan Dina makin lengkap setelah mertuanya enggan mengakui anaknya sebagai cucu. Bahkan sejak lahir hingga sekarang, sekali pun mertua tidak pernah menjenguknya.

AYO BACA : Modus Komplotan Hacker Lulusan SMK Rekrut Anggota Baru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar