Pascabom Bunuh Diri, Bandara Juanda: Kami Pelototi Penumpang

  Kamis, 14 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Suasana counter Sriwijaya Air di Bandara Internasional Juanda pada Kamis (7/11/2019). [Suara.com/Achmad Ali]

SIDOARJO, AYOSURABAYA.COM -- Pascabom bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, sejumlah obyek vital di Surabaya diperketat penjagaannya.

Adapun salah satu objek vital yang terpenting, yakni Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo Jawa Timur.

Airport Security Senior Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Mashabi mengatakan pengetatan penjagaan itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keamanan di dalam lingkungan Bandara Juanda.

AYO BACA : Ini Tujuan Siswa SMAN 1 Surabaya Ciptakan Aplikasi NebengKuy

"Saat ini status di Juanda masih hijau belum kuning. Namun demikian, kami memperketat dan meningkatkan penjagaan," katanya di Sidoarjo pada Rabu (13/11/2019) kemarin.

Ia menjelaskan, penjagaan itu dilakukan di pos-pos yang rawan untuk digunakan orang masuk ke dalam lingkungan Bandara Internasional Juanda Surabaya.

"Pos mana saja yang rawan orang masuk, yang berpotensi melawan hukum akan kami tingkatkan," katanya.

AYO BACA : Eks Menteri Jokowi Masuk Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Ia menjelaskan, untuk penambahan pasukan masih belum dilakukan, tetapi masih mengefektifkan anggota yang ada di lapangan untuk penjagaan itu.

"Salah satunya profiling terhadap calon penumpang. Kalau biasanya hanya dipantau, kini lebih dipelototi lagi, baik badan dan juga barang bawaan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Polresta Sidoarjo Jawa Timur AKBP M Anggi Naulifar Siregar mengatakan pihaknya melakukan pengetatan penjagaan di Mako Polresta dan juga di masing-masing kepolisian sektor di Sidoarjo.

"Masing-masing kendaraan yang masuk kami periksa secara menyeluruh baik itu roda dua dan roda empat, termasuk barang bawaan yang ada di bagasi juga turut diperiksa," katanya.

Menurutnya, pemeriksaan itu dilakukan dengan menggunakan detektor metal, kaca cermin dan juga seekor anjing pelacak.

"Hal itu untuk meningkatkan keamanan yang ada di Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.

AYO BACA : PKB Ganti Nama Gedung Astranawa Jadi Graha Gus Dur

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar