Trenggalek Berkomitmen Pada Pemberdayaan Perempuan

  Sabtu, 05 Oktober 2019   Rahim Asyik
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin didampingi istri, Novita Hardini, menyampaikan komitmennya tentang penguatan program pemberdayaan perempuan di Trenggalek (Foto: Humas Trenggalek)***

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berkomitmen pada pemberdayaan perempuan. Soalnya, keterlibatan perempuan khususnya pada sektor ekonomi akan berdampak besar pada pertumbuhan GDP.

TRENGGALEK, AYOSURABAYA.COM— Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyatakan komitmen pemerintahannya di akhir periode ini untuk memperkuat semua lini program pemberdayaan perempuan, khususnya di sektor perekonomian. Tujuannya untuk mendongkrak pertumbuhan gross domestic product atau GDP.

”Ya, kami sedang konsolidasi dengan pemangku kepentingan terkait. Yang jelas, tiga bulan lagi kami harus menyampaikan laporan evaluasi kepada pemerintah Amerika Serikat. Dalam hal ini bekerja sama dengan para pedonor seperti USAID dan yang lainnya,” kata Bupati Nur Arifin di Trenggalek, Sabtu (5/10/2019).

AYO BACA : Wisata Trenggalek: GP Ansor Gelar Festival Balon Udara

Komitmen penguatan itu mengerucut seturut dari keikutsertaan Nur Arifin dalam kegiatan Womens Global Development and Prosperity (WGDP) di Amerika Serikat selama akhir September. Menurut Arifin, kegiatan WGDP serius dalam isu pemberdayaan perempuan, persamaan gender.

Kesimpulannya, bila perempuan ikut terlibat dalam pertumbuhan ekonomi, maka GDP juga akan tumbuh pesat. ”Paling tidak saya mulai tahun ini akan menjadi piloting program pemberdayaan perempuan yang berbasis perempuan di Kabupaten Trenggalek,” ujar Arifin.

Hasil dari persiapan dan penguatan dalam pemberdayaan perempuan di daerahnya itu selanjutnya akan dilaporkan Arifin ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pemangku kepentingan terkait maupun ke Konsulat Jenderal USA di Surabaya.

AYO BACA : Jatim Targetkan Rasio Elektrifikasi Tahun 2020 Mencapai 98%

Menurut Arifin, ekonomi di Trenggalek sekarang ini di draf hanya 50% populasi. Artinya hanya laki-laki yang ”dominan” mewarnai ekonomi Trenggalek. ”Coba bayangkan bila perempuan juga ikut terlibat dalam pertumbuhan ekonomi, maka pertumbuhan GDP itu juga akan tumbuh pesat,” ujar Arifin.

Alasannya, kata Arifin, berdasarkan hasil survei, perempuan kalau mendapat penghasilan itu diinvestasikan untuk keluarga, kembalinya pasti banyak untuk anaknya, dan keluarganya.

Harapannya, kalau perempuan punya penghasilan sendiri dan ekonominya bagus, nanti bisa mencukupi gizi anaknya, pendidikan, dan yang lainnya. Jadi nanti tidak ada lagi kasus kekerdilan dan anak putus sekolah. ”Jadi investasi perempuan itu tidak hanya spektrum ekonomi, namun juga sosial. Kami ingin membuat women impowerment fun. Jadi, ada dana khusus untuk perempuan,” kata Arifin.

AYO BACA: Benteng Kedungcowek Calon Destinasi Wisata Baru di Surabaya

AYO BACA: Kediri Raih Predikat Kota Layak Anak di Tengah 12% Anak-anaknya Stunting

AYO BACA : Khofifah Bertekad Jadikan BUMD Setempat Berkelas Dunia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar