Destinasi Wisata: Wali Kota Kediri Luncurkan Kampoeng Tahu

  Jumat, 23 Agustus 2019   Rahim Asyik
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar tengah memotong tahu takwa khas Kediri saat meresmikan Wisata Edukasi Kampoeng Tahu di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019). Destinasi ini diharapkan bisa mengedukasi warga luar sekaligus mendongkrak perekonomian warga sekitar. (www.kedirikota.go.id)***

 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu bakar meluncurkan Wisata Edukasi Kampoeng Tahu di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Kamis (22/8/2019). Destinasi wisata baru ini diharapkan dapat mengedukasi pengunjung sekaligus mendongkrak perekenomian warga sekitar.

KEDIRI, AYOSURABAYA.COM—Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meluncurkan Wisata Edukasi Kampoeng Tahu, Kamis (22/8/2019). Kampoeng Tahu ini berada di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.

Seperti dilansir di sini, tahu sejak lama dikenal sebagai makanan khas Kota Kediri. Tak heran kalau pengusaha tahu bermunculan di Kota Kediri. Di Gang IV Kelurahan Tinalan misalnya, terdapat 30 pengusaha tahu dengan 15 outlet. Di tempat ini diproduksi beragam olahan tahu, mulai dari stik tahu, tahu walik hingga coklat tahu.

AYO BACA : Maliq & D’Essentials Promosikan Single Senja Teduh Pelita di Surabaya

Menurut Mas Abu –panggilan akrab Abdullah Abu Bakar-- Wisata Edukasi Kampoeng Tahu merupakan gerakan warga dibantu akademisi dari Universitas Islam Kadiri dan Kemenristekdikti. Gerakan ini penting lantaran banyak orang yang belum paham cara membuat tahu. ”Kebanyakan hanya mengerti tahu yang sudah digoreng tanpa tahu cara membuatnya,” tutur Mas Abu.

Kecuali bagi warga Kediri, pembuatan tahu khas Kota Kediri juga perlu diketahui warga luar daerah. Oleh karena itu Mas Abu mendukung dan mendorong agar warga Kampoeng Tahu terus berinovasi mengembangkan usahanya. Tak hanya stik tahu, tapi juga umpamanya rainbow tahu. Dengan demikian, warna tahu tak hanya kuning, tapi bisa beraneka dengan rasa yang juga beragam.

AYO BACA: Destinasi Wisata: Berburu Mainan Lokal di Pasar Gembrong

AYO BACA : Tari Thengul: Warisan Intelektual Bojonegoro untuk Dunia

Salah satu dukungan yang diberikan pemerintah, kata Abdullah Abu Bakar adalah dengan melakukan kerja sama dengan Hotel Viva. Hotel Viva misalnya bisa menyiapkan paket tur di yang salah satu destinasinya adalah Kampoeng Tahu.

Terkait dengan limbah tahu, Mas Abu berencana membuat pengelolaan limbah komunal untuk hasil produksi tahu. Pengelolaan limbah ini penting mengingat mendesaknya banyaknya limbah tahu menimbulkan masalah tersendiri.

”Ini saya sudah panggil Disperdagin untuk berdiskusi dengan lurah terkait bagaimana pengelolaan limbah tahu ini. Walaupun agak sulit tapi saya rasa bisa untuk pengelolaan limbah tahu ini kalau mereka berkelompok dan kompak,” kata Mas Abu.

AYO BACA: Wisata Cirebon: Lais, Isu Gender, dan Keterlibatan Roh

AYO BACA: Nasib Suku Komodo yang Kalah Tenar dari Komodo dan Pulau Komodo

AYO BACA: Pakar: Objek Wisata di Malang Harus Punya Merek Sendiri

AYO BACA : Situs Candi Adan-Adan Bisa Jadi Wisata Museum Kebencanaan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar