Tim Dokter RSUD Dr Soetomo Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam Aqila dan Azila

  Kamis, 15 Agustus 2019   Rahim Asyik
Tim medis menyelimuti Aqila dan Azila kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). Kembar siam dempet dada dan perut (thoracoabdominal phagus) ini menjalani operasi pemisahan di Gedung Bedah Pusat Terpadu rumah sakit itu. (Didik Suhartono/Antara Foto)***

Tim dokter dari RSUD Dr Soetomo berhasil memisahkan bayi kembar siap dempet dada dan perut (thoracoabdominal phagus) bernama Aqila dan Azela. Operasi yang dilakukan tim berjumlah 70 dokter itu berlangsung tak sampai 12 jam seperti prediksi semula.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM— Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya berhasil memisahkan bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoracoabdominal phagus) asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Aqila dan Azila dalam lima jam operasi.

Menurut Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD Dr Soetomo dr Agus Harianto, operasi separasi pemisahan Aqila dan Azila berjalan lancar. "Alhamdulillah, Aqila dan Azila berhasil dipisahkan. Semuanya lancar dan tadi pukul 11.55 WIB berhasil dipisah,” kata Agus di Gedung Bedah Pusat Terpadu, Rabu (14/8/2019).

Agus menyatakan, kedua bayi sudah dibawa ke kamar masing-masing untuk menjalani operasi rekonstruksi.

Menurut Wakil Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD Dr Soetomo dr Poerwadi, tim dokter berhasil melakukan operasi pemisahan liver pada pukul 10.40 WIB.

Bayi dengan penanda warna hijau yakni Aqila, kata dia, mengalami hernia umbilica atau tali pusar bolong dan ususnya masuk ke dalam sehingga saat operasi tali pusar diberikan ke bayi hijau. Sementara bayi kuning Azila akan dibuatkan tali pusar.

"Alhamdulilah, jam 10.40 tadi liver dan dinding perut Aqila dan Azila berhasil kami pisahkan, tetapi bayi hijau ada hernia umblicia nanti kami perbaiki sedangkan bayi kuning kami kasih pusar-pusar buatan," tutur Poerwadi.

AYO BACA: Paling Berat, Proses Pengambilalihan Lahan YKP

AYO BACA : Surabaya Didorong Manfaatkan Teknologi Nuklir untuk Medis

AYO BACA: Risma Ingin Taman Ngagel Didominasi Bunga Warna Kuning

Poerwadi mengemukakan, kondisi Aqila dan Azila saat pembedahan stabil dan pendarahan selama operasi minim hanya sekitar 10cc.

Poewardi sempat mengkhawatirkan mengenai selaput jantung yang dapat mempengaruhi berjalannya operasi. "Sebab apabila selaput jantungnya Aqila dan Azila terpisah operasinya akan berjalan dengan mudah dan cepat. Namun jika selaputnya tidak terpisah maka salah satu jantung artinya akan bolong," kata Poerwadi.

Operasi pemisahan Aqila dan Azila ditangani 70 dokter. Persiapan operasi dilakukan pukul 3.00. Saat itu dilakukan induksi anestesi untuk kemudian memasang semua monitor. "Bayi dirujuk pada pukul 6.15 WIB untuk menjalani operasi pemisahan. Kondisi keduanya sangat sehat sehingga sangat siap menjalani," tutur Agus.

Agus menjelaskan saat ini bayi dengan penanda warna hijau atau bayi Azila sedang diinduksi. Selain itu peranan bagian anestesi penting karena harus menjaga sirkulasi bagi kesuksesan operasi.

"Setelah siap, kami melakukan irisan supaya kulitnya bisa bagus nantinya dan mencukupi baru kemudian tim bedah masuk. Bedah anak masuk kemudian nanti akan memisahkan dinding dada dan perut kulitnya dulu," kata Poerwadi, menambahkan.

Selanjutnya, operasi masuk ke dalam rongga perut untuk mengidentifikasi isi rongga perut.

AYO BACA : Dalam Sepekan, Risma Panen 8 Penghargaan Nasional dan Internasional

Poerwadi menuturkan berdasarkan pengalamannya, bayi Aqila dan Azila mempunyai liver berpisah. Tim akan mengidentifikasi livernya, saluran empedu keduanya komplet atau tidak.

"Selanjutnya setelah evaluasi baru kita insyaallah kita memotong livernya. Dengan pengalaman kami akan lebih singkat tapi kami perkirakan 12 jam mudah-mudahan Allah menghendaki lebih cepat daripada itu," kata Poerwadi sebelum operasi.

Ibu Aqila dan Aqila, Selvita Dewi, mengaku sudah mengikuti arahan dan aturan yang diberlakukan rumah sakit serta berharap operasi anaknya berjalan lancar, selamat, serta dapat hidup dengan normal.

"Mohon doanya supaya operasi Aqila dan Azila berjalan lancar," tuturnya.

Rupanya operasi tak sampai 12 jam. Aqila dan Azila berhasil dipisah pukul 11.55 WIB.

AYO BACA: Nama Ahok Ramaikan Bursa Pilwalkot Surabaya 2020

AYO BACA: Setiap Warga Diharapkan Tanam Minimal 25 Pohon Selama Hidupnya

AYO BACA : 25 Kota/Kabupaten di Jawa Timur Berstatus Siaga Darurat Kekeringan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar