Sport-artainment: Mengawinkan Olahraga, Seni, dan Hiburan

  Kamis, 25 Juli 2019   Rahim Asyik
Wasit asal Australia Kelly Hoare (kiri) dan hakim garis asal Kanada Remi Beaulieu mengenakan kemeja batik saat memimpin pertandingan babak semifinal Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Ajang olahraga memang bisa dimanfatkan untuk diplomasi budaya. (Hafidz Mubarak A/Antara Foto)***

Laga semifinal Indonesia Open 2019 diwarnai dengan diplomasi budaya lewat busana. Wasit dan hakim garis yang berkebangsaan asing misalnya, mengenakan baju batik, lurik, dan blangkon saat memimpin pertandingan. Apa sambutan mereka?

LAGA semifinal Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (20/7/2019), punya sisi lain. Saat itu, tak seperti biasanya, wasit dan hakim garis yang masing-masing berkewarganegaraan Australia dan Kanada terlihat memakai batik dan pakaian tradisional adat Jawa.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Blibli Indonesia Open 2019, Achmad Budiharto, penampilan unik kedua orang itu merupakan bagian dari upaya mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional. “Pakaian jawa merupakan bagian dari mengenalkan salah satu budaya Indonesia ya,” kata Achmad.

Penampilan unik keduanya memang merupakan bagian dari konsep sport-artainment yang diusung dalam Blibli Indonesia Open 2019 ini. Konsep ini memadukan turnamen olahraga bulutangkis dengan pertunjukan seni dan berbagai hiburan.

“Dengan konsep sport-artainment, kami pastikan para pengunjung akan semakin terkesan melalui berbagai aktivitas menarik, mulai dari food festival, penawaran produk-produk, relax zone, art installation, dan pertunjukan musik,” ujar Kusumo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Indonesia Open 2019 kembali menegaskan, olahraga bukan sekadar sebuah arena laga para atlet yang bertujuan mencari pemenang, tetapi menjadi jendela untuk mengomunikasikan banyak hal.

Sebagaimana perhelatan Asian Games 2018, Indonesia Open 2019 pun diperluas maknanya. Publik diajak menyimak hal-hal lain, salah satunya budaya Indonesia, di samping bulutangkis.

Budaya dimaksud salah satunya tecermin dalam busana yang dikenakan wasit dan hakim garis: yakni batik. Batik dipilih mengingat busana ini sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO.

Selain batik, pakaian tradisional Jawa yakni kain lurik dan blangkon juga terlihat dipakai oleh hakim garis yang bertugas mengawasi jalannya pertandingan.

AYO BACA : Batik Indonesia Pikat Warga Afrika Selatan

Pasangan mantan pebulu tangkis Indonesia Susi Susanti dan Alan Budikusuma pun merasa salut dan bangga dengan upaya yang dilakukan panitia dalam mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia melalui turnamen bulu tangkis.

Susi bahkan bercerita, para pengawas jalannya pertandingan itu mengaku senang dan antusias ketika mengetahui akan mengenakan batik selama bertugas pada pertandingan. Bahkan pihak BWF pun turut mengapresiasi.

"Menurut pemain luar, pelatih, dan wasit mereka bilang seneng banget (bertanding di Indonesia) dan Indonesia menjadi salah satu tempat pertandingan terbaik di dunia," kata Susi.

Menurut Susi, para atlet dari luar negeri merasa senang berlaga di Indonesia. Kepribadian masyarakat Indonesia dengan ramah tamah dan sopan santunnya telah memikat mereka.

Dengan begitu, lanjut Susi, mereka akan terkesan dengan Indonesia dan suatu saat akan kembali ke Indonesia.

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu menambahkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang cukup sering memperkenalkan budaya dan identitas sebuah negara melalui turnamen olahraga.

"Tema Indonesia Open ini adalah bangga menjadi orang Indonesia dengan kebudayaannya," kata Alan menimpali.

Dosen Kebudayaan Institut Kesenian Jakarta Tommy F. Awuy berpendapat memperkenalkan budaya Indonesia melalui turnamen olahraga merupakan hal yang wajar dilakukan untuk menarik perhatian turis asing agar mengenal Indonesia.

"Orang pakai batik ke mal juga sebenarnya sudah memperkenalkan salah satu budaya dan ciri khas Indonesia. Tapi kalau di olahraga, olahraga itu sendiri hanya alat lain untuk mempromosikan budaya Indonesia," kata Tommy.

Menurut Tommy, upaya promosi budaya melalui olahraga  adalah suatu langkah yang patut diapresiasi dan perlu terus dilakukan di setiap event olahraga.

AYO BACA : Inilah 4 Tujuan Dideklarasikannya Indonesia Berkebaya

Ajang promosi melalui penampilan unik para wasit dan hakim garis dalam turnamen bulutangkis itu tentu saja akan menyita perhatian masyrakat dan diharapkan dapat sekaligus mengajak turis asing untuk datang dan berwisata di Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memang sudah mencanangkan program "sport tourism" guna mendukung pengembangan wisata Indonesia.

Bahkan dia juga mendorong setiap provinsi di Indonesia untuk menyelenggarakan wisata olahraga dengan melibatkan para peserta luar negeri.

Beberapa event dengan konsep sport tourism sukses dilaksanakan seperti Borobudur Marathon yang secara konsisten dilakukan tiap tahun dengan pesertanya dari berbagai negara. Wisata olahraga seperti itu, menurut Imam, perkembangannya sudah semakin meningkat.

Pengamat pariwisata bidang "sport tourism" Ricky Avenzora mengatakan promosi pariwisata dan budaya Indonesia melalui event olahraga akan terus berkembang dan menjadi ikon utama dunia karena turis sangat menikmati seni, budaya, dan pemandangan alam.

Ricky mencotohkan dengan hajatan olahraga Asia Games 2018 di Jakarta-Palembang adalah bukti Indonesia sudah siap menyelenggarakan event berskala internasional.

"Suksesnya ajang Asia Games ke-18 di Jakarta-Palembang adalah bukti bahwa Indonesia sudah siap dalam kegiatan olahraga apalagi dengan wisata olahraga yang memiliki banyak venue tersebar di tanah air adalah modal untuk mendatangkan wisatawan semakin banyak ke depannya, " tuturnya.

Namun, menurut dia, semua kegiatan olahraga itu harus dikemas dengan baik agar bisa menarik dan para turis pun dapat merasakan kenyamanan selama ada di Indonesia.

AYO BACA: Tari Thengul: Warisan Intelektual Bojonegoro untuk Dunia

AYO BACA: Kuliner Gresik: Kolak Ayam, Makanan Warisan Sunan Dalem

AYO BACA: Lebaran Sapi, Tradisi Khas Warga Desa Sruni di Boyolali

AYO BACA : Gaya Hidup Lari: Antusias Warganya, Tidak Siap Infrastrukturnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar