3 Mahasiswa UMK Temukan Tempat Sampah Berbasis IoT

  Selasa, 18 Juni 2019   Rahim Asyik
3 inovator pengelolaan sampah berbasis IoT, Novi Arimukti, Arsya Yoga Pratama, dan Bagus Utomo. (umk.ac.id)***

3 mahasiswa Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah, menemukan tempat sampah berbasis Internet of Things. Tempat sampah itu bisa kirim notifikasi kepada petugas dan orang yang hendak membuang sampah.

KUDUS, AYOSURABAYA.COM—Teknologi berbasis Internet of Things (IoT) sudah merambah ke berbagai bidang kehidupan. Di Jawa Tengah, 3 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) menggunakan IoT untuk mengelola sampah.

Dengan teknologi itu, tempat sampah bisa mengirimkan notifikasi mengenai lokasi serta volume sampahnya.

Inovator pengelolaan sampah itu adalah Novi Arimukti dan Arsya Yoga Pratama, keduanya mahasiswa jurusan Sistem Informasi (SI) serta Bagus Utomo yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro.

Menurut Bagus, temuan tempat sampah yang diberi nama T-Smart++ itu berawal dari keresahan dia bersama kedua temannya saat melihat sampah yang menumpuk," kata Bagus Utomo di Kudus, Sabtu (18/6/2019).

Menurut dia, banyak ditemukan kasus tempat sampah sudah penuh, tapi belum segera diambil. Mungkin karena petugas pengambil sampahnya belum tahu lokasi tempat sampah yang sudah penuh itu.

AYO BACA : Banoo, Pendongkrak Nafsu Makan Ikan Berbasis IoT

Terkadang, lanjutnya, tempat sampah yang belum penuh justru diambil terlebih dahulu. Akibatnya, kondisi tempat sampah yang sudah penuh justru menimbulkan polusi udara.

Atas permasalahan itu, ia mengatakan muncul ide untuk membuat tempat sampah berbasis internet itu.

"Untuk mewujudkan tempat sampah berbasis internet itu butuh waktu dua bulan," kata Bagus di Kudus, Sabtu (18/6/2019).

Tempat sampah pintar berbasis IoT itu memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya, ketika sudah penuh tempat sampah akan mengunci. Selanjutnya, tempat sampah itu juga akan memberikan notifikasi berisi peringatan tempat sampah yang penuh serta lokasi tempat sampah tersebut melalui ponsel cerdas dengan sistem operasi Android milik petugas kebersihan.

Hal itu, lanjut dia, diyakini bisa memudahkan petugas pengambil sampah mengetahui tempat sampah yang sudah penuh, sehingga mengetahui prioritas utama yang harus diambil.

Pembuatan tempat sampah itu butuh beberapa peralatan utama, seperti sensor jarak HC SR04 yang digunakan untuk membaca benda yang berada di depannya. Info dari sensor dikirim ke motor servo untuk membuka dan menutup tempat sampah.

AYO BACA : Riset tentang Sampah Laut di Indonesia Masih Tertinggal

"Untuk membuka tempat sampah yang sudah tertutup menggunakan kartu khusus," ujar dia.

Selanjutnya ada komponen DF Player untuk mengeluarkan suara. Ketika ada sampah masuk, meluncur ucapan, "terima kasih telah membuang sampah di tempatnya".

Selain itu, ketika sampah penuh, ada ucapan, "maaf tempat sampah sudah penuh dan tutup tempat sampah tidak terbuka".

"Kemudian ada komponen NodeMCU esp8266 yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal ke internet yang akan dihubungkan ke smartphone Android," ujar Bagus.

Ia berharap inovasi itu bisa memberi manfaat pada masyarakat, karena bisa digunakan pemerintah daerah, perusahaan, dan lainnya dalam pengelolaan sampah.

"Setidaknya, lingkungan bisa semakin bersih sesuai harapan masyarakat," lanjutnya.

Menurut Wakil Rektor III UMK Rohmad Winarso dalam laman ini, inovasi mahasiswanya itu sudah lolos dalam program pekan kreativitas mahasiswa Karya Cipta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

"Inovasi ini memang belum bisa dikatakan sempurna, namun inovasi ini menjadi awal karena potensi untuk dikembangkan sangat besar," ujar Winarso.

Winarso juga meminta agar inovasi itu segera dipatenkan.

AYO BACA : Mahasiswa UMP Temukan Celana Terapi untuk Perbaiki Bentuk Kaki Bayi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar